NEWSTICKER

Awas, Kelompok Radikal Makin Eksis di Media Sosial

20 June 2022 18:22

Badan Penanggulan Nasional Terorisme (BNPT) menyebut, radikalisme terorisme saat ini harus di waspadai karena kelompok teror sudah tidak ragu menunjukkan eksistensinya terutama melalui media sosial. Menurut Kepala BNPT RI, Komjen Polisi Boy Rafli Amar, dulunya organisasi terlarang tersebut bergerak dalam senyap. 

Namun saat ini mereka memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan propaganda ideologi, perekrutan hingga penggalangan dana. Sepanjang Januari hingga Desember 2021, BNPT menditeksi ada 650 konten propaganda yang mengandung anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi dan glorifikasi ideologi Khilafah. 

Di Indonesia terdapat beberapa organisasi keagamaan yang mengusung atau terafiliasi dengan pemahaman yang salah yakni HTI, FPI, dan Khilafatul Muslimin serta Negara Islam Indonesia. Saat ini, organisasi keagamaan tersebut telah dilarang pemerintah keberadaannya oleh Indonesia. 

"Radikalisasi sangat diuntungkan dengan adanya sosial media hari ini. Sekitar tiga puluh atau dua puluh tahun lalu sosial media tidak ada, tidak ada banyak platform seperti hari ini, mereka hanya mengandalkan email dalam hal komunikasi", ujar Kepala BNPT RI, Komjen Polisi Boy Rafli Amar