Pemprov DKI Wacanakan Revitalisasi Pasar Baru Buka 24 Jam ala Blok M

3 November 2026 16:03

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan bersejarah Pasar Baru, Jakarta Pusat, agar kembali bergairah layaknya kawasan Blok M. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewacanakan kawasan perbelanjaan legendaris tersebut dapat beroperasi hingga 24 jam penuh.

Wacana ini digulirkan melihat potensi besar Pasar Baru sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner masa kini, khususnya untuk menarik minat generasi muda serta Gen Z. Kawasan pasar tertua di ibu kota tersebut diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, mengadopsi konsep kawasan perbelanjaan ramah pejalan kaki seperti Myeongdong di Korea Selatan.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha setempat yang mendambakan kembalinya keramaian pengunjung. Kartika, salah seorang pedagang di Pasar Baru, menilai revitalisasi sudah sangat mendesak demi menyelamatkan pamor kawasan bersejarah tersebut.

"Pasar Baru ini sangat legendaris dari dulu, tetapi sayangnya belakangan ini agak sepi dan banyak dilupakan orang. Mudah-mudahan dengan rencana ini bisa membawa Pasar Baru ramai kembali seperti dahulu," ujar Kartika dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 3 November 2026.

Apresiasi senada diungkapkan salah satu pedagang Pasar Baru, Kelvin. Ia mengaku senang dengan perhatian Pemprov DKI terhadap potensi Pasar Baru. Namun, Kelvin memberikan catatan kritis terkait kemudahan akses bagi para pembeli.

"Saya senang Bapak Gubernur sangat perhatian dengan Pasar Baru dan potensinya untuk dijadikan seperti Myeongdong. Harapannya tentu direvitalisasi agar lebih modern dan menarik pembeli. Namun, kalau kendaraan seperti mobil dan motor dilarang masuk sama sekali, itu bisa agak menyulitkan konsumen kami," jelas Kelvin.

Dukungan juga mengalir dari kalangan pedagang kaki lima (PKL). Para penjual makanan dan minuman ringan berharap wacana operasional 24 jam mampu mendongkrak perputaran uang bagi pedagang kecil, selaras dengan denyut ekonomi malam hari.

Kendati demikian, catatan berbeda datang dari pedagang busana. Sebagian penjual pakaian menilai operasional 24 jam kurang efektif bagi toko ritel nonkuliner, mengingat karakteristik pembeli sandang yang jarang berbelanja larut malam. Menurut mereka, pemerintah perlu memprioritaskan pemulihan daya beli dan perbaikan ekonomi kawasan secara menyeluruh terlebih dahulu.

Para pelaku usaha berharap wacana revitalisasi ini tidak sekadar memperpanjang jam buka, melainkan diiringi kebijakan penataan infrastruktur yang matang agar roda perekonomian di Pasar Baru benar-benar berputar kembali secara berkelanjutan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X