Mahasiswa Pelayaran Aceh Meninggal Saat Masa Orientasi

Metro TV • 29 September 2026 17:33

Jakarta: Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla, meninggal dunia saat mengikuti masa orientasi. Polisi kini menyelidiki penyebab kematian mahasiswa D-III Studi Nautika asal Lhokseumawe tersebut.

Muhammad Rasya Fadilla meninggal dunia di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Minggu, 27 September 2026. Sebelum meninggal, korban sempat mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan, kemudian muncul ruam kemerahan di sekujur tubuh.

Korban sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di klinik kampus. Namun, kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUDZA.
 

 

Polisi Periksa Kondisi Korban

Selain menelusuri kondisi kesehatan korban sebelum meninggal, polisi juga menyelidiki informasi mengenai adanya memar pada tubuh korban yang disebut oleh pihak keluarga.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi dan rumah sakit tempat jenazah korban berada. Polisi juga meminta keterangan dari pihak kampus serta tenaga medis.

"Kami mendapatkan informasi adanya peserta didik dari salah satu tempat pendidikan Poltekpel yang diduga meninggal dunia. Kita mendatangi TKP dan mencari informasi keberadaan jenazah," ujar Miftahuda.

Menurutnya, polisi kemudian menemukan jenazah korban di salah satu rumah sakit dalam kondisi telah meninggal dunia. Penyelidikan awal dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk tenaga pendidik Poltekpel dan tenaga medis di klinik kampus.

"Kita melakukan penyelidikan dan juga wawancara interogasi terhadap berbagai pihak sampai kita melakukan observasi awal penyebab daripada meninggalnya salah satu peserta didik tersebut," katanya.

Tunggu Hasil Pemeriksaan Forensik

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, polisi berkoordinasi dengan dokter forensik. Pemeriksaan terhadap jenazah juga dilakukan melalui sejumlah prosedur medis, termasuk CT scan dan rontgen.

Miftahuda mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya mahasiswa tersebut.

"Kita melakukan beberapa tindakan medis seperti CT scan ataupun rontgen terhadap jenazah tersebut untuk memastikan penyebab daripada meninggalnya salah satu peserta didik Poltekpel tersebut," ujar Miftahuda.

Selain pemeriksaan medis, polisi juga akan memeriksa pihak kampus dan sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban selama mengikuti masa orientasi hingga mendapatkan perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X