NEWSTICKER

Pakaian Bekas Kualitas Buruk Jadi Masalah Baru di Kenya

29 October 2022 13:35

Sampah pakaian dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia menciptakan masalah baru di Kenya. Pakaian ini sejatinya dikirim ke pasar di Afrika Timur agar dapat didaur ulang tetapi justru daur ulang tidak dapat dilakukan. Hal itu debabkan karena sudah dalam kondisi rusak dan tidak bisa dijual kembali. Pakaian-pakaian ini hanya menjadi limbah.

Pasar Gikomba di Nairobi, Kenya adalah pusatnya pakaian bekas sehingga banyak warga yang berminat untuk membeli di pasar ini. Pasar pakaian bekas ini adalah pusat ekonomi yang dapat memberi pendapatan bagi warga, seperti yang didapati John Mwangi.
 
"Perdagangan inilah yang memungkinkan saya untuk mengurus kebutuhan sehari-hari. Saya tidak memiliki keterampilan dalam perdagangan lain. Jika berhenti, saya akan terdampar kemana-mana untuk pergi," ujar Pedagang Pakaian Bekas, John Mwangi.
 
Pakaian bekas yang tidak bisa dijual belikan lagi berakhir dibakar atau dibuang ke tumpukan sampah. Warga miskin seperti Damaris Wanjiru berharap dapat mengenakan pakaian yang layak dan sedikit memiliki uang untuk makan anak-anaknya.