NEWSTICKER

Optimisme Kolaborasi G20

18 November 2022 08:04

Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 beserta rangkaian agendanya di Bali sudah tuntas. Indonesia bisa dibilang sukses menyelenggarakan forum pertemuan para kepala negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. 

KTT G-20 baru melahirkan deklarasi untuk menyikapi situasi global dan menancapkan tonggak kerja sama perekonomian untuk kemajuan yang berkelanjutan. Deklarasi Bali itu memberikan pijakan, dan selanjutnya yang lebih penting ialah langkah realisasinya. 

Penyebab utama suramnya prospek perekonomian global mendatang ialah perang Rusia dan Ukraina. Deklarasi Bali menyepakati seruan agar Rusia yang juga merupakan anggota G-20 menarik pasukan dan menghentikan perang. 

Seiring dengan itu, kesepakatan-kesepakatan dan komitmen di bidang ekonomi serta bidang lainnya mesti terus ditindaklanjuti hingga benar-benar berjalan. Deklarasi pemimpin KTT G-20 hendaknya tidak hanya menjadi macan kertas, tetapi harus berlanjut sampai implementasi. Indonesia berperan mengawal deklarasi tersebut. 

Setidaknya ada tiga kesepakatan yang sangat perlu pengawalan dalam implementasinya, yaitu pembentukan pandemic fund, energy transition fund, dan global financial safety net. Ketiganya merupakan simbol kolaborasi untuk mengatasi persoalan ancaman kesehatan oleh pandemi, krisis energi, dan keamanan finansial. 

Semua komitmen dan kesepakatan di G-20 tetap memerlukan tindak lanjut. Indonesia tidak boleh berpangku tangan saja, menunggu. Langkah aktif mengawal implementasi tiap kesepakatan dan komitmen wajib dilakukan. Ubah prospek suram tahun depan menjadi optimisme sebagai buah kolaborasi yang saling menguntungkan di forum G-20.