NEWSTICKER

Tarif Angkutan Umum Naik Sporadis, Salah Siapa?

6 September 2022 21:13

Kementerian Perhubungan memastikan akan ada penyesuaian tarif angkutan umum setelah harga BBM resmi naik. Namun, Kemenhub masih mengkaji berapa besaran tarif yang tepat. Lambatnya Kementerian Perhubungan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum membuat para para sopir melakukan inisiatif untuk menaikkan tarif masing-masing.

Para sopir pun mengeluh atas kebijakan pemerintah yang resmi menaikan harga BBM subsidi pada 3 september 2022 lalu. Para sopir mendesak Organisasi Angkutan Darat (Organda) daerah setempat untuk menyesuaikan tarif baru bagi penumpang.

Sopir angkutan umum rute Pasar Minggu-Kebayoran, mengaku terpaksa menaikkan ongkos penumpang dari Rp5 ribu menjadi Rp7 ribu, sebab pembelian bahan bakar lebih mahal setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Jika biasanya mengisi bahan bakar jenis pertalite Rp70 ribu untuk satu kali perjalanan, saat ini harus menambah Rp30 ribu untuk melakukan perjalanan.

Sektor angkutan online, keluhan juga terjadi karena belanja BBM yang meningkat 30 persen. Namun, driver ojol tidak ingin tarif naik tinggi karena akan berdampak pada berkurangnya penumpang.

Lembaga Riset Ekonomi dan Keuangan Indef juga mengingatkan bahwa kenaikan tarif angkutan jangan terlalu tinggi karena berisiko terhadap kenaikan inflasi khususnya di sektor makanan dan minuman.

Namun, belum keluarnya tarif baru dari Kementerian Perhubungan membuat sopir angkutan umum menaikkan tarif masing-masing yang tak jarang sangat tinggi. Hal ini dikhawatirkan akan menaikkan harga-harga kebutuhan melibihi perkiraan.

Tag