26 December 2022 09:00
Perayaan Natal 2022 di Tanah Air berjalan dengan khidmat. Dengan penuh sukacita umat Nasrani mendatangi gereja atau lokasi yang dipersiapkan untuk menjalankan misa. Untaian doa, rasa syukur, dan harapan dilantunkan dalam kekhusyukan nan kudus.
Berdoa kepada Allah Bapa untuk memohon kebaikan, kebahagiaan, dan kedamaian. Limpahan berkat dari Sang Kasih Sejati menjadi variabel penting kebahagiaan hidup dalam kondisi yang masih memprihatinkan akibat pandemi covid-19. Rasa syukur pun dipanjatkan karena bisa beribadah dengan baik.
Natal tahun ini yang mengusung tema Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain memiliki relevansi untuk menguatkan umat menghadapi tantangan yang cukup berat pada tahun depan, yakni pemulihan ekonomi dan persaingan politik menuju Pemilu 2024.
Pilihan politik yang berbeda sejatinya hanyalah jalan berbeda untuk satu tujuan, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Berbeda jalan bukan untuk membelah persatuan.
Sikap keluhuran budi pekerti sebagai bangsa yang majemuk hanya bisa dicapai dengan pemahaman terhadap Pancasila sebagai philosopische grondslag atau pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila, menurut mendiang cendekiawan Nurcholish Madjid, adalah kalimatun-sawa (common platform), yakni titik temu seluruh keberagaman, etnik, ras, budaya, dan agama di Bumi Pertiwi.