7 October 2022 17:04
Dampak ekonomi dari banjir yang sempat melanda Pakistan membuat banyak orang berjuang untuk tetap dapat menghidupi keluarga mereka. Salah satunya adalah porter kereta api yang saat ini tidak memiliki penghasilan karena kereta api tak beroperasi. Operasi kereta api di Provinsi Sindh dan Balochistan di Pakistan terhenti sudah lebih dari satu bulan terakhir pasca-bencana banjir yang terjadi di Pakistan pada Agustus lalu.
Infrastruktur jalan jalur rel kereta api dan komunikasi di Pakistan menjadi berantakan akibat banjir. Warga yang ingin bepergian dari pedalaman desa diharuskan menggunakan transportasi bus atau kendaraan kecil untuk melewati dua provinsi yakni Sindh dan Balochistan.
Orang-orang yang tetap ingin menggunakan kereta harus menunggu berjam-jam di stasiun karena waktu kedatangan dan keberangkatan yang tidak pasti. Hal ini berimbas pada pekerja yang pendapatannya sepenuhnya bergantung pada layanan kereta api.
Fayyaz Aman, seorang porter yang bekerja di sebuah stasiun kereta api di Karachi merasakan dampak dari ketidakpastian jadwal kereta api. Hal ini membuatnya terpaksa mengantri untuk mendapatkan makanan yang disediakan oleh badan amal setempat. Fayyaz Aman berencana membawa keluarganya ke Karachi ketika desanya di Distrik Shikarpur tersapu banjir.
"Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan atau ke mana harus pergi," ujar Fayyaz.
Porter di stasiun kereta api berharap kereta akan mulai bergerak dan mereka akan mendapatkan pekerjaan. Namun, selama lebih dari sebulan mereka pulang dengan tangan kosong setiap hari, tanpa pendapatan sedikitpun.
Banjir yang melanda Pakistan telah menewaskan lebih dari 1.500 orang. Setidaknya 13 ribu orang terluka dan jutaan orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal.