11 October 2022 15:12
Polri menegaskan penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan tidak mematikan. Kematian ratusan suporter bola di Stadion Kanjuruhan bukan disebabkan gas air mata, melainkan kekurangan oksigen.
"Saya juga mengutip dari pendapat dari guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli di bidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari dokter Mas Ayu Elita Hafizah bahwa gas air mata atau cs ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.
Irjen Dedi menyampaikan hal tersebut setelah kepolisian mendengar penjelasan sejumlah dokter spesialis yang menangani para korban tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, berdasarkan analisis para dokter, jatuhnya ratusan korban akibat kekurangan oksigen saat hendak keluar stadion dan terinjak-injak.