11 October 2022 18:00
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menyinggung ada dugaan motif kepentingan bisnis dalam pengaturan jadwal pertandingan laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar malam hari, sebelum terjadinya tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
TGIPF menyatakan ada pihak yang berkekuatan dalam kasus tersebut. Pasalnya, polisi sebelumnya telah merekomendasikan agar pertandingan sepak bola tersebut dilakukan pada sore hari.
"Ada surat dari Kapolres yang meminta agar dilaksanakan sore hari. Kemudian, diminta oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar dilakukan pada malam hari. Ada yang mengatakan, mungkin itu salah satu (motifnya) adalah mengakomodir iklan rokok yang baru mulai diizinkan keluar setengah sepuluh malam," ujar Anggota TGIPF tragedi Kanjuruhan, Rhenald Kasali.
Rhenald menambahkan, perubahan jadwal tersebut juga mendapat keluhan dari para pemain yang tidak nyaman bertarung pada malam hari.