Semeru Kembali Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Sepanjang Besuk Kobokan

25 February 2026 00:46

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) ke sisi tenggara sejauh tiga kilometer pada Selasa, 24 Februari 2026 petang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, curah hujan yang masih cukup tinggi di kawasan lereng gunung berpotensi memicu banjir lahar dingin yang membawa endapan material sisa erupsi.

Peristiwa vulkanik ini sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) milik relawan yang berada di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas detik-detik saat Gunung Semeru memuntahkan awan panas guguran yang mengarah ke sisi tenggara, tepatnya ke aliran Sungai Besuk Kobokan.

Berdasarkan laporan pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal mencapai 22 milimeter dan berdurasi 2 menit 25 detik. Lelehan awan panas yang meluncur sejauh 3 km tersebut turut mengepulkan kolom abu berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal.

BPBD Kabupaten Lumajang memastikan bahwa radius luncuran awan panas tersebut masih jauh dari area aktivitas penduduk. Sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) di lokasi juga berfungsi dengan baik, sehingga warga sekitar sudah dalam kondisi siaga saat aktivitas Semeru meningkat.

Ancaman Lahar Dingin di Tengah Tingginya Curah Hujan

Meski awan panas belum mencapai permukiman, petugas BPBD mengingatkan adanya ancaman sekunder yang tak kalah berbahaya, yakni banjir lahar dingin. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa material vulkanik di lereng gunung kini semakin menumpuk. Di saat yang bersamaan, intensitas hujan dari tingkat sedang hingga lebat terus mengguyur kawasan lereng Semeru selama beberapa hari terakhir.

"Khawatirnya kita ini ketika lengah, sementara hujan di sana berlangsung dengan durasi lama, material vulkanik itu akan terbawa arus ke bawah menuju daerah aliran sungai. Oleh karena itu, sebaiknya warga masyarakat Semeru, khususnya di daerah sungai, mematuhi imbauan dari PVMBG untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang aliran Besuk Kobokan," tegas Isnugroho.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga. PVMBG dan BPBD mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang wajib dipatuhi masyarakat. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang aliran Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak 13 km tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi (sempadan) sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini diberlakukan karena area tersebut sangat berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 km dari puncak gunung.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)