Evakuasi Korban Banjir di Tapanuli Tengah Terkendala Lumpur Setinggi 1 Meter

30 November 2025 02:49

Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir bandang dan juga tanah longsor. Proses evakuasi korban meninggal dunia oleh tim SAR gabungan berjalan lambat dan penuh tantangan akibat tebalnya material lumpur di lokasi.

Tim SAR gabungan berjibaku mengevakuasi korban di Desa Tuka dan Desa Tanah Bolon, Tapanuli Tengah. Kondisi lumpur yang sangat tebal menghambat pergerakan, memperlambat proses evakuasi.
 

Baca juga: Wabup Tapanuli Utara Apresiasi Gerak Cepat PLN: Pulihkan Kelistrikan, Salurkan Bantuan

Sebelum mencapai lokasi evakuasi ini, tim SAR gabungan menghadapi kendala besar, termasuk akses jalan yang terputus dan jembatan yang rusak. Karena tidak dapat dilalui kendaraan, personel tim SAR terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama sekitar dua jam untuk mencapai daerah yang terdampak.

Di lokasi, tim SAR melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah korban yang diduga terseret derasnya arus sungai. Berdasarkan informasi dari warga, masih banyak korban yang diperkirakan berada di sekitar aliran sungai Tanah Bolon.

Sementara itu, masyarakat yang terdampak longsor di Tapteng mendesak agar bantuan logistik segera tiba. Mereka khawatir akan terjadi kelangkaan sembako mengingat jalur distribusi terputus total akibat kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh banjir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Anggie Meidyana)