Wapres Gibran Tinjau Lokasi Banjir di Balangan dan Banjar

8 January 2026 15:19

Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak banjir, di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis, 8 Januari 2026. Ada dua daerah yang disambanginya terdampak cukup parah, yakni Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar.

Wapres berangkat dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan tiba di Bandara TNI AU Syamsudin Noor, Banjarbaru, sekitar pukul 09.00 Wita. Kedatangan Gibran disambut Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, serta Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Dari Banjarbaru, rombongan Wapres langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Balangan sebagai lokasi kunjungan pertama.

Di Balangan, Wapres Gibran meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi. Gibran mengecek kondisi permukiman warga serta meninjau SD Negeri Juuh yang terdampak genangan air. Wapres juga berdialog dengan warga dan aparat setempat untuk mengetahui kondisi terkini serta kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.

Usai dari Balangan, Wapres Gibran dijadwalkan melanjutkan agenda kunjungan ke Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Di lokasi ini, Gibran meninjau dapur umum serta kondisi permukiman warga yang hingga kini masih terendam banjir.

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan. Dia juga menegaskan pentingnya percepatan bantuan dan pemulihan agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.

 



Sebagai informasi,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 41.196 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 116.027 jiwa dan 22.991 rumah terdampak banjir.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyampaikan data itu saat mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau langsung lokasi banjir di Sungai Tabuk, Banjar, Minggu, 4 Januari 2025.

“Berdasarkan laporan infografis per 4 Januari 2025, kelompok rentan yang terdampak antara lain ibu hamil 272 orang, bayi 455 orang, balita 1.521 orang, anak-anak 2.380 orang, penyandang disabilitas 275 orang, dan lansia 2.911 orang,” jelas Yayan Daryanto seperti dilansir Antara, Minggu, 4 Januari 2025.

Bencana ini tidak hanya menggenangi permukiman. Fasilitas publik dan lahan pertanian juga terkena imbas. Data BPBD mencatat sebanyak 141 sekolah, 131 tempat ibadah, 18 gedung kantor, 96 unit fasilitas umum, dan 18 unit jembatan terdampak. Sektor pertanian juga mengalami kerugian signifikan dengan 3.451 hektare sawah dan kebun yang terendam. Hingga saat ini, tercatat masih ada 5.045 jiwa yang mengungsi akibat banjir.

Yayan melaporkan adanya tren positif di mana cakupan wilayah terdampak mulai menyusut. “Jika melihat kondisi awal, saat ini sudah mulai terjadi penurunan cakupan wilayah, dari awalnya 16 kecamatan terdampak menjadi 14 kecamatan, kemudian 10 kecamatan, dan sekarang tinggal delapan kecamatan,” ujarnya.


(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)