Longsor Cisarua Disebut Akibat Multifaktor, Ini Penjelasan PVMBG

1 February 2026 00:30

Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan bahwa bencana longsor dahsyat yang menimpa Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tidak disebabkan oleh faktor tunggal, melainkan hasil dari kombinasi berbagai faktor atau multifaktor.

Berdasarkan analisis geologi, wilayah terdampak yang berada di kawasan Gunung Burangrang memiliki karakteristik alam yang rentan terhadap pergerakan tanah. Gunung Burangrang sendiri merupakan gunung api purba yang didominasi oleh material vulkanik.

PVMBG mengidentifikasi setidaknya empat faktor krusial yang menjadi penyebab utama terjadinya longsor di wilayah tersebut, di antaranya batuan yang mudah lapuk, lereng yang curam, curah hujan tinggi dan tata guna lahan yang tidak tepat.

"Materialnya itu material vulkanik yang mudah lapuk karena terdiri dari fragmen batu yang bermacam-macam. Karena sifatnya yang mudah lapuk, saat terkena air dalam jumlah besar, tanah tersebut cepat jenuh," jelas Plh Kepala PVMBG  Badan Geologi, Edi Slameto.
 

Baca juga: 20 Korban Longsor Masih Hilang, Operasi SAR di Cisarua Diperpanjang

Kondisi tanah yang jenuh air inilah yang menjadi 'pelumas' bagi massa tanah untuk meluncur ke bawah, menimbun pemukiman yang berada di bawahnya.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Badan Geologi sebenarnya telah menerbitkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah. Peta ini dirancang untuk memberikan panduan bagi masyarakat serta pemerintah daerah di seluruh Jawa Barat mengenai lokasi-lokasi yang memiliki potensi pergerakan tanah tinggi.

PVMBG mengimbau pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam mengawasi tata guna lahan di kawasan zona merah dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap tanda-tanda pergerakan tanah, terutama saat curah hujan meningkat tajam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)