AI Dinilai Berisiko? Meta Batasi Fitur AI untuk Pengguna Remaja-Melek Teknologi

29 January 2026 09:10

Jakarta: Meta memutuskan menghentikan sementara akses pengguna remaja terhadap fitur karakter kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di seluruh platformnya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Kebijakan ini akan diterapkan secara global dalam beberapa minggu ke depan, sebagaimana disampaikan Meta dalam pernyataan resminya.

Langkah ini berarti remaja tidak lagi dapat berinteraksi dengan AI characters di platform seperti Instagram dan WhatsApp untuk sementara waktu. Namun, Meta menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti fitur tersebut dihapus secara permanen.
 



Menurut Meta, perusahaan tengah mengembangkan versi baru karakter AI yang akan dilengkapi dengan perlindungan tambahan serta kontrol orang tua sebelum fitur tersebut kembali diaktifkan bagi pengguna remaja. Versi terbaru nantinya dirancang agar lebih aman dan sesuai dengan usia penggunanya.

Keputusan ini diambil setelah Meta menerima banyak masukan dari para orang tua. Berdasarkan keterangan Meta, orang tua menginginkan kendali yang lebih besar dan transparansi atas interaksi anak mereka dengan teknologi AI. Dalam versi baru tersebut, orang tua akan dapat memantau topik percakapan, memblokir karakter AI tertentu, hingga menonaktifkan interaksi AI sepenuhnya.

Selain itu, Meta juga memperluas sistem identifikasi usia pengguna. Menurut perusahaan, verifikasi usia tidak lagi hanya mengandalkan tanggal lahir yang dimasukkan pengguna, tetapi juga menggunakan teknologi prediksi usia berbasis AI untuk memastikan perlindungan yang lebih baik bagi remaja.
 
Meski akses terhadap karakter AI dibatasi, Meta memastikan bahwa remaja masih dapat menggunakan AI assistant yang bersifat umum. Meta menyatakan, respons dari AI tersebut akan disesuaikan dengan usia pengguna dan dirancang agar lebih aman serta informatif.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan dari regulator terhadap perusahaan teknologi besar. Menurut pengamat kebijakan digital, banyak pemerintah kini menyoroti dampak AI terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak, khususnya di platform media sosial.

Para ahli menilai kebijakan Meta sebagai upaya pencegahan dini terhadap risiko penyalahgunaan AI oleh pengguna muda. Menurut pakar teknologi dan perlindungan anak, pengembangan AI harus berjalan seiring dengan sistem pengamanan yang kuat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda.

Dengan kebijakan ini, Meta memilih menunda akses remaja ke karakter AI sambil menyempurnakan fitur perlindungan dan kontrol orang tua. Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa pengembangan teknologi AI perlu mempertimbangkan aspek keselamatan, etika, dan kesehatan mental pengguna muda.

Langkah Meta ini dinilai sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi remaja di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)