Jakarta: Gerhana bulan menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Peristiwa ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Matahari yang seharusnya menerangi Bulan terhalang oleh Bumi.
Melansir Space, gerhana bulan terjadi saat Bulan berada dalam fase purnama. Fenomena ini hanya dapat terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dikutip dari Einstein Science Project, gerhana bulan terbagi menjadi tiga jenis. Lantas, apa saja jenis gerhana bulan? Simak informasinya berikut ini.
Jenis-Jenis Gerhana Bulan
1. Gerhana Bulan Total
Fenomena ini terjadi saat Bulan berada di daerah umbra, yaitu bagian bayangan Bumi yang paling gelap. Pada gerhana jenis ini, seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra Bumi.
Bulan kemudian dapat terlihat berwarna kemerahan karena masih mendapat cahaya Matahari yang diteruskan melalui atmosfer Bumi. Fenomena ini sering disebut sebagai blood moon atau Bulan darah.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana Bulan sebagian terjadi ketika sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam umbra Bumi, sementara bagian lainnya berada di luar umbra. Akibatnya, Bulan dapat terlihat gelap pada sebagian sisinya, sedangkan bagian lainnya tetap terlihat lebih terang.
Melansir
Time and Date,
gerhana Bulan sebagian akan dimulai pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 09.33 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 11.12 WIB. Namun, karena fenomena tersebut berlangsung pada siang hari, wilayah Indonesia tidak dapat menyaksikannya.
3. Gerhana Bulan Penumbra
Pada gerhana jenis ini, seluruh bagian Bulan berada di dalam penumbra, yaitu bagian luar bayangan Bumi yang lebih samar. Karena hanya terkena bayangan samar, Bulan masih dapat terlihat, tetapi cahayanya tampak lebih redup dari biasanya.
Nah, fenomena gerhana bulan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati. Selain menghadirkan pemandangan unik di langit, fenomena ini juga menunjukkan bagaimana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan saling berkaitan. Jadi, meski gerhana 28 Agustus tidak dapat disaksikan dari Indonesia, memahami jenis-jenisnya tetap menarik untuk menambah wawasan tentang fenomena langit.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Eunike Michele Gultom)