27 August 2026 09:31
Ribuan warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dilingkupi rasa cemas setelah gempa susulan berkekuatan 5 magnitudo mengguncang kawasan tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026 malam. Guncangan yang berpusat di Timur Laut Mbay tersebut memicu kepanikan luar biasa hingga warga memilih bermalam di luar rumah.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga Desa Nangahale terpaksa menggelar tikar dan tidur di bahu jalan serta teras rumah. Mereka memilih melawan cuaca dingin malam hari demi menghindari risiko tertimpa bangunan jika terjadi gempa yang lebih besar.
“Tidak ada yang menetap di rumah. Semuanya itu berada di jalan. Dan ini kasihan anak-anak dan ibu-ibu yang kayak seperti begini ini,” ujar Jumaldi, salah seorang warga Desa Nangahale dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian warga telah melarikan diri ke area pegunungan untuk mencari tempat yang lebih aman.
Baca Juga :
Trauma warga Sikka berakar pada gempa besar bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu. Pascagempa besar tersebut, sekitar 1.800 warga Desa Nangahale sempat mengungsi di perkebunan selama berhari-hari.
Ironisnya, warga sebenarnya baru saja diminta kembali ke rumah masing-masing oleh pemerintah setempat tiga hari yang lalu. Namun, munculnya gempa susulan semalam meruntuhkan keberanian warga dan memaksa mereka kembali mengungsi ke area terbuka.
Warga masih berjaga-jaga dan tetap bertahan di luar rumah karena khawatir akan adanya aktivitas seismik susulan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.