8 August 2026 11:54
Surabaya: Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, permintaan penyewaan baju adat di Surabaya, Jawa Timur, mulai meningkat. Kostum adat dari berbagai daerah menjadi pilihan masyarakat untuk memeriahkan beragam kegiatan Agustusan.
Pemilik usaha penyewaan baju adat, Arie Rismawati, mengatakan permintaan kostum meningkat hingga 80 persen dibandingkan hari biasa. Beragam pakaian adat dengan aksesori unik dan mencolok menjadi pilihan favorit masyarakat.
"Tentunya yang unik, yang banyak aksesorisnya yang heboh. Kayak Kalimantan itu payetnya kan asli dari Kalimantan. Lalu ada Minahasa yang ada tengkorak, bulu-bulu kayak gitu. Lalu ada Papua seperti itu, atau Riau. Riau ini banyak sih yang diminatin, karena suntingnya pakai sunting kayak gitu," ungkap Arie dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kostum pejuang kemerdekaan juga banyak dicari untuk kegiatan seperti karnaval dan jalan sehat. Selain itu, pakaian adat Kalimantan dengan payet khas, busana Minahasa dengan ornamen tradisional, serta baju adat Riau dengan sunting tinggi turut menjadi kostum yang diminati penyewa.
Arie menyebut pemesanan tidak hanya datang dari sekolah dan instansi, tetapi juga masyarakat yang menggelar kegiatan di lingkungan tempat tinggal. Tarif penyewaan baju adat sendiri bervariasi, dengan harga mulai dari Rp100 ribu.
"Alhamdulillah mulai mendekati hari-H ini banyak peningkatan. Dari sekolah, instansi, maupun perorangan, mungkin di perumahan sudah banyak yang booking juga," tuturnya.
Menurut Arie, sejumlah penyewa juga mulai memilih kostum adat yang berbeda setiap tahunnya. Pilihan tersebut dilakukan agar penampilan saat mengikuti kegiatan perayaan kemerdekaan lebih menarik sekaligus memberikan pengalaman mengenakan pakaian dari daerah lain.
Salah seorang penyewa, Dea, memilih pakaian adat Jambi karena belum pernah mengenakannya. Ia tertarik setelah melihat desain busana tersebut yang dinilai menarik dan mewah.
"Saya belum pernah memakai baju adat Jambi. Terus waktu melihat contohnya ternyata bagus dan juga mewah. Waktu dipakai juga ternyata cocok," kata Dea.
Sementara itu, penyewa lainnya, Juli, memilih pakaian adat Dayak dari Kalimantan. Ia tertarik dengan motif busana yang dinilai ceria dan unik, setelah pada tahun sebelumnya mengenakan pakaian adat dari Sulawesi.
"Selain motifnya yang sangat ceria dan unik menurut saya, tahun kemarin saya sudah memakai baju adat dari Sulawesi, jadi sekarang pilihannya di area Kalimantan," jelas Juli.
Penggunaan baju adat dalam perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan Agustusan. Tradisi tersebut juga menjadi bentuk kebanggaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus sarana memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.