6 August 2026 19:38
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi untuk mendukung keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya melalui alat pendeteksi gas pembusukan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Food Guard. Inovasi tersebut dipamerkan kepada Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pameran hasil riset dan teknologi BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
"Di bidang Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pangan, BRIN membangun inovasi di seluruh rantai MBG. Mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, kemasan, deteksi halal, distribusi, sampai monitoring berbasis AI. Salah satu contohnya adalah Food Guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis.
Dalam demonstrasi di hadapan Presiden Prabowo, peneliti BRIN menjelaskan Food Guard dirancang sesuai dimensi ompreng atau wadah makanan MBG. Perangkat tersebut cukup diletakkan di atas wadah makanan untuk mendeteksi tingkat kesegaran makanan secara cepat.
"Food Guard adalah sensor yang memang didesain khusus sesuai dengan dimensi sajian dari MBG. Jadi nanti langsung diletakkan saja di atas dan kita bisa langsung capture level dari kesegaran MBG tersebut," ujar peneliti BRIN.
Baca Juga :
Selain Food Guard, BRIN juga memperkenalkan FreshScan, teknologi yang mampu mendeteksi kualitas protein pada bahan pangan mentah maupun hasil olahan. Peneliti BRIN mengatakan inovasi itu dikembangkan setelah menemukan bahwa persoalan keamanan pangan tidak hanya terjadi pada makanan siap saji, tetapi juga pada bahan bakunya.
"Hasil diskusi kami dengan KPPG Jawa Timur, ternyata permasalahan tidak hanya di makanan siap saji saja, tapi juga bahan mentahnya. Sehingga kami juga menghasilkan sistem deteksi untuk protein mentah dan juga protein hasil olahan," kata peneliti.
BRIN turut memamerkan sejumlah inovasi lain yang mendukung ketahanan pangan, seperti alat deteksi unsur hara tanah, teknologi deteksi halal, pengendali hama, pestisida nabati, hingga berbagai varietas unggul tanaman pangan. Beragam inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas dan keamanan rantai pasok pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.