Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 per Juli 2026, Begini Respons Warga

2 July 2026 12:52

Pemerintah resmi menerapkan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen solar fosil dan 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri.

 
Implementasi B50 mulai diberlakukan secara bertahap di seluruh SPBU Pertamina. Program ini menyasar seluruh pengguna kendaraan dan mesin berbahan bakar diesel, seperti mobil diesel, truk, bus, alat berat, hingga generator set (genset).
 
Pemerintah menilai penerapan B50 akan memberikan sejumlah manfaat. Mulai dari mengurangi impor minyak mentah, memperkuat swasembada energi, meningkatkan penyerapan produksi sawit nasional, hingga menekan emisi gas buang dibandingkan penggunaan solar murni.
 
Dalam implementasinya, Biosolar yang telah menggunakan campuran B50 tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter sebagai bahan bakar bersubsidi. Sementara itu, Dexlite dipasarkan seharga Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
 
Meski telah resmi diterapkan, sosialisasi mengenai B50 masih belum sepenuhnya menjangkau masyarakat. Sejumlah pengguna solar yang ditemui di SPBU COCO Daan Mogot, Jakarta Barat, mengaku baru mengetahui adanya program tersebut.
Salah seorang pengguna Biosolar, Wahyu, mengaku baru mendengar mengenai B50. Meski demikian, ia menilai harga Biosolar masih cukup terjangkau.
 
"Baru dengar sih. Rp6.800 saya rasa lumayan murah," ujar Wahyu dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 2 Juli 2026.
 
Pengguna lainnya, Aji, juga mengaku belum mengetahui adanya kebijakan B50. Menurutnya, harga Biosolar bersubsidi masih cukup tinggi untuk kebutuhan operasional kendaraan.
 
"Belum, belum tahu. Masih mahal. Harapannya sekitar Rp5.000 ke bawah supaya bahan bakar, khususnya solar, lebih murah lagi," kata Aji.
 
Sementara itu, pengguna solar lainnya, Wanto, juga mengaku baru mengetahui penerapan B50. Ia menilai harga Biosolar saat ini masih tergolong standar, meski berharap ke depan harganya dapat lebih rendah.
 
"Belum tahu. Baru tahu di sini. Harganya standarlah. Kalau bisa lebih murah lagi ya lebih baik, cuma mungkin enggak mungkin," ujarnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X