Batam Blackout, Aktivitas Warga dan Usaha Lumpuh

14 October 2026 02:49

Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Batam sejak Senin, 12 Oktober 2026 pagi memicu kelumpuhan di berbagai sektor vital. Hingga Selasa siang, sejumlah wilayah dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik yang secara akumulatif telah berlangsung selama kurang lebih 15 jam.

Kondisi ini seketika mengubah wajah kota industri tersebut menjadi gelap gulita saat malam tiba. Pemadaman ini turut memicu efek domino yang sangat merugikan masyarakat dan para pelaku usaha. Tidak hanya aktivitas ekonomi yang terhenti, distribusi pasokan air bersih dari SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Batam serta jaringan telekomunikasi seluler ikut terputus total. Kondisi di lapangan kian kacau dengan antrean kendaraan bermotor yang mengular panjang hingga memakan badan jalan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
 



Salah seorang warga terdampak meluapkan rasa frustrasinya atas lumpuhnya aktivitas harian akibat listrik yang padam sejak subuh. "Sangat berdampaklah. Pertama, jalan macet, terus listrik (mati) kita enggak bisa kerja, enggak bisa ngapa-ngapain. Terus jaringan hilang, kita enggak bisa nelepon, kerjaan kita berantakan semua. Oh, sangat berantakan sih jadinya. Dari semalam, sekitar subuh jam 05.30 atau jam 05.00 gitu," keluh Steven. 

Merespons krisis kelistrikan ini, PT PLN Batam menyatakan adanya indikasi gangguan eksternal sebagai pemicu awal. Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa blackout ini diduga kuat disebabkan oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan.

Meski pasokan listrik di sejumlah wilayah telah berangsur pulih sejak Senin malam, Rudi menegaskan bahwa penyebab pasti gangguan sistem kelistrikan yang dampaknya meluas hingga ke Pulau Riau ini masih dalam penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X