NEWSTICKER

Kesaksian Para Saksi Kasus Pembunuhan Brigadir J, Fakta yang Meragukan?

10 November 2022 12:00

Memasuki sidang keempat sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J, sejumlah fakta baru mulai terungkap dari saksi-saksi yang dihadirkan. Namun, tidak sedikit yang memantik tanda tanya. Ada dua orang saksi yang pertanyaan dan pernyataanya menyita perhatian. Dua orang tersebut yakni Daden Miftahul Haq dan Damianus Laba Kobam.

Beberapa fakta tentang Daden Miftahul Haq saat bersaksi di persidangan di antaranya, meski sudah tidak menjadi ajudan Ferdy Sambo, namun Daden mengaku masih melayani keluarga Ferdy Sambo atas inisiatifnya sendiri. Selain itu, Daden mengungkap anak keempat Ferdy Sambo yang ternyata bukan anak kandung.

Sosok Daden dikenal berbeda dari gambaran kubu Sambo dan pengacara Brigadir J. Menurut Arman Hanis, Daden merupakan teman curhat Brigadir J. Sedangkan, menurut Kamaruddin, Daden diduga ancam Brigadir J dan menghalangi Reza Hutabarat melihat Brigadir J.

Selain Daden, sosok yang menyita perhatian publik karena pernyataannya ialah Damianus Laba Kobam atau Damson. Ia adalah sekuriti keluarga Ferdy Sambo. 

Dalam keterangannya sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri candrawathi, ia menyebut sikap Brigadir J telah berubah sejak menjadi kepala rumah tangga. Ia juga sering diajak ke tempat hiburan malam oleh Brigadir J serta menghabiskan Rp5-15 juta di tempat tersebut.

Sidang kasus pembunuhan Brigadir J disusupi upaya kuasa hukum Ferdy Sambo untuk menafsirkan karakter atau kepribadian almarhum Brigadir J. Ada dua hal yang bertentangan mengenai penggambaran Brigadir J di mata keluarga dan di kubu Sambo. 

Di mata keluarga, sosok Brigadir J dikenal sebagai sosok yang setia pada perempuan, religius, sopan dan hormat pada senior. Sedangkan di mata ajudan, sopir dan ART Ferdy Sambo, sosok Brigadir J dikenal sebagai orang yang pemarah dan tempramental, suka hiburan malam, tidak sopan ke Sambo dan Putri dan bersikap mendominasi. 

Sementara itu, pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kuasa Hukum Arman Hanis menyampaikan surat permohonan kepada hakim untuk menggali keterangan saksi tentang dugaan kepribadian ganda yang dialami Brigadir J. Namun, permohonan itu dinilai tidak relevan karena saksi yang dihadirkan bukan saksi yang meringankan terdakwa. Hakim meminta Arman Hanis fokus terhadap kasus yang disidangkan yakni pembunuhan berencana.