29 September 2022 17:18
Presiden Joko Widodo angkat bicara mengenai nilai tukar rupiah yang bergerak tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir hingga menembus Rp15 ribu per USD. Presiden menyebut, gejolak nilai tukar dolar dikarenakan situasi di inggris, namun kondisi rupiah masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain di Asia.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan pada acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).
“Kita lihat realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.764 (triliun), ini tumbuh 49 persen year on year (yoy). Kemudian ini yang para pembayar pajak saya ingin mengucapkan terima kasih karena penerimaan pajak sampai sekarang mencapai Rp1.171 triliun, tumbuh 58 persen. Artinya, pembayar pajak masih ada dan justru tumbuh 58 persen,” ujar Presiden Joko Widodo.