NEWSTICKER

Dampak Pengalihan Subsidi BBM untuk Sektor Lain

4 September 2022 12:50

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, kebijakan yang diambil pemerintah dinilai kurang tepat karena dapat mengakibatkan harga bahan pokok lainnya semakin mahal. Namun, anggaran subsidi BBM yang dialihkan pemerintah kepada sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan juga infrastruktur ternyata memiliki dampak yang begitu positif serta signifikan bagi masyarakat luas. 

Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dari pertalite, solar dan pertamax. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) kemarin pukul 14.30 WIB.

Ketidakstabilan geo-politik global membuat selisih harga jual BBM bersubsidi dengan harga dunia semakin membesar. Harga, kurs dan konsumsi yang lebih tinggi mengakibatkan subsidi dan kompensasi energi 2022 lebih tinggi dari alokasi. Agar APBN tidak jebol, pemerintah perlu menaikkan harga BBM dengan cara mengurangi subsidi.

Asumsi harga minyak Indonesia, misalnya kini berada di angka 105 dolar AS per barel yang sebelumnya dipatok di APBN 100 dolar AS per barel. Sehingga pengurangan subsidi energi terutama BBM tampaknya tidak bisa dihindari lagi karena asumsi-asumsi dalam APBN juga sudah jauh berubah.

Kemudian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS atau kurs pun sudah melemah menjadi Rp14.898 per 29 Agustus 2022 yang dari sebelumnya dipatok pada Rp14.450 setiap 1 dolar AS. 

Tag

bbm