2 November 2020 09:08
Dalam konferensi pers virtual hari Minggu kemarin, Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan pembebasan bea masuk atau GSP dari AS kepada Indonesia diberikan setelah perwakilan dagang AS melakukan evaluasi terhadap fasilitas GSP selama 2,5 tahun sejak Maret 2018. Pemberian fasilitas GSP dinilai merupakan salah satu wujud konkret kemitraan strategis antara RI-AS. Pembahasan terkait GSP selalu disinggung Indonesia dalam berbagai pertemuan, salah satunya saat kunjungan Menlu AS Mike Pompeo ke Indonesia beberapa waktu lalu. Selain itu, Indonesia juga merupakan satu-satunya negara di Asia yang terus memperoleh fasilitas GSP dari AS tanpa terganggu atau dikurangi. Ada 5 ekspor utama Indonesia dengan GSP, yakni matras karet dan plastik, kalung dan rantai emas, tas bepergian dan olahraga, minyak asam dari pengelolaan kelapa sawit, serta ban untuk truk dan bus.