Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT PLN Persero terus mempercepat pemerataan akses energi melalui program listrik desa (Lisdes) dan bantuan pasang baru listrik. Percepatan pemerataan akses listrik merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN Persero terus mempercepat pemerataan akses energi melalui program listrik desa atau Lisdes dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai langkah nyata mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penyalaan simbolis program bantuan pasang baru listrik dilakukan menteri ESDM Bahlil Lahadalia di desa Hardimulyo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Jawa Tengah pada Jumat 19 Juni 2026. Pemerintah terus memastikan masyarakat prasejahtera dapat menikmati akses listrik, salah satunya melalui program
BPBL.
“Memang saudara-saudara kita yang belum dapat
listrik itu adalah selalu jauh dengan akses gardu induk. Kayak begini kan kalau PLN pasang, PLN rugi. Karena cuma 44 rumah tapi dia harus membangun jaringan masuk ke desa ini ke dusun ini sebenarnya itu 1,7 km. Jadi secara bisnis oleh PLN nggak masuk, maka pemerintah harus hadir.” kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dikutip dari tayangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 23 Juni 2026.
Pada tahun 2026 pemerintah menargetkan program BPBL menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia termasuk 24.000 rumah tangga di provinsi Jawa Tengah. Sementara itu sepanjang tahun 2025 program BPBL telah terealisasi bagi 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia dengan 19.161 rumah tangga diantaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.