PPIH Embarkasi Aceh Prioritaskan Layanan Calon Haji Lansia

6 May 2026 16:04

Sebanyak 393 calon jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Kelompok Terbang atau Kloter pertama resmi bertolak menuju Tanah Suci melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026. 

Mayoritas para jemaah berasal dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Mereka diberangkatkan menuju Madinah Al-Munawwarah menggunakan 10 unit bus setelah menjalani serangkaian proses persiapan.

Sebelum keberangkatan, para jemaah terlebih dahulu menjalani masa pemondokan selama kurang lebih 24 jam di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Dalam kurun waktu tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan intensif untuk memastikan kelayakan fisik jemaah sebelum terbang. Selain itu, juga dilakukan penyerahan dokumen penting seperti paspor, gelang identitas, dana living cost, kartu Nusuk, dan kartu Baitul Asyi.

 
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyebutkan bahwa tahun ini kuota haji Aceh mengalami peningkatan signifikan dari 4.378 menjadi 5.426 jemaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen merupakan jemaah lansia. Menanggapi komposisi ini, pemerintah memberikan prioritas layanan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas. Mulai dari pengaturan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.

"Motto kita tahun ini tetap layanan lansia, perempuan, dan disabilitas. Dan mereka diberikan layanan khusus baik tempat tinggal, akomodasi, konsumsi, dan transportasi itu diprioritaskan," ujar Arijal, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 6 Mei 2026. 
  Menyusul keberangkatan perdana tersebut, Kloter kedua ini berasal dari Aceh Besar sebanyak 320 orang, kemudian Sabang 65 orang, dan Banda Aceh 4 orang, termasuk petugas haji 6 orang. Berbeda dengan Kloter pertama yang menuju Madinah, jemaah Kloter kedua dijadwalkan terbang pada Kamis dini hari menuju Jeddah.

Inovasi pelayanan juga terus ditingkatkan pada musim haji kali ini. Untuk memberikan kenyamanan dan edukasi, asrama haji kini menyediakan mock-up pesawat Garuda guna membimbing jemaah yang belum pernah melakukan perjalanan udara. Selain itu, fasilitas di Bandara Sultan Iskandar Muda kini menggunakan Garbarata dan jalur VIP bagi jemaah, menggantikan penggunaan tangga manual seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kemudian juga di Bandara Iskandar Muda itu ada pelayanan yang lebih ditingkatkan. Tahun yang lalu itu naik tangga tapi tahun ini lewat Garbarata dengan melalui VIP yang disediakan oleh Pemerintah Aceh," ujar Arijal.

Hingga saat ini, proses pemondokan jemaah di Embarkasi Aceh berjalan lancar. Petugas terus bersiaga memberikan bimbingan manasik akhir dan memastikan seluruh dokumen serta barang bawaan jemaah aman sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)