Jakarta: Mendengar suara orang yang dikenal melalui telepon tentu bisa membuat seseorang merasa yakin dengan identitas penelepon. Namun, bagaimana jika suara tersebut ternyata bukan berasal dari orang yang sebenarnya?
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memungkinkan suara ditiru dengan sangat mirip dan dimanfaatkan dalam modus penipuan. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah voice spoofing, yakni teknik penipuan yang memanfaatkan teknologi untuk membuat suara tiruan menyerupai suara seseorang.
Apa Itu Voice Spoofing?
Voice spoofing merupakan modus penipuan yang memanfaatkan
teknologi AI untuk meniru suara seseorang secara realistis. Sampel suara yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk video singkat di media sosial maupun percakapan. Dengan sampel tersebut, teknologi AI dapat menghasilkan suara tiruan yang menyerupai pemilik suara aslinya.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika penelepon mengaku sebagai orang terdekat.
Kenali Ciri-cirinya
Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah karakter suara penelepon. Suara tiruan terkadang terdengar terlalu mulus, memiliki jeda yang tidak biasa, atau tidak terdengar seperti suara manusia secara natural, misalnya minim suara napas.
Meski demikian, ciri suara saja tidak cukup untuk memastikan apakah sebuah panggilan merupakan penipuan. Karena itu, penting untuk tidak langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan suara yang terdengar familiar.
Modus
voice spoofing juga dapat disertai cerita yang membuat korban panik. Penelepon bisa mengaku sedang mengalami kecelakaan, ditahan polisi, atau menghadapi kondisi darurat lainnya. Setelah itu, korban diminta mengirimkan sejumlah uang dalam nominal tertentu. Situasi darurat sengaja digunakan untuk membuat korban tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir dan akhirnya mengikuti permintaan penelepon.
Jangan Langsung Percaya
Jika menerima telepon dengan situasi seperti itu, jangan langsung memenuhi permintaan penelepon. Coba pastikan terlebih dahulu identitas orang yang menghubungi. Jangan mengambil keputusan secara terburu-buru, terutama jika penelepon meminta uang atau informasi tertentu. Teknologi AI membuat sesuatu yang terdengar meyakinkan belum tentu benar-benar berasal dari orang yang dikenal.
Nah, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, masyarakat perlu semakin kritis saat menerima informasi maupun komunikasi digital. Bukan hanya foto dan video yang bisa dimanipulasi, suara pun kini dapat ditiru. Jadi, ketika menerima telepon yang terdengar seperti orang terdekat, tetap tenang, periksa kebenarannya, dan jangan terburu-buru mengambil tindakan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)