Jangan Sampai Boncos, Ini 5 Strategi Atur Keuangan saat Ramadan

19 February 2026 07:04

Menjelang bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, pola pengeluaran masyarakat dipastikan akan mengalami peningkatan signifikan. Mulai dari kebutuhan konsumsi sahur dan berbuka, tradisi berbagi hampers, hingga kewajiban zakat.

Tanpa perencanaan yang matang, momen setahun sekali ini bisa berujung pada masalah finansial. Perencana Keuangan, Prita Ghozie, membagikan strategi jitu agar keuangan tetap sehat selama bulan puasa.

1. Reset Ulang Anggaran (Budgeting)

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah melakukan reset anggaran atau budgeting. Prita menekankan bahwa struktur pengeluaran di bulan Ramadan sangat berbeda dengan bulan-bulan biasa.

"Perbedaan utama ada di persiapan bahan baku untuk sahur, kebiasaan festival berbuka bersama (bukber), hingga keinginan bersedekah lebih banyak atau memberi hampers. Ini perlu dianggarkan," ujar Prita.

Ia juga menyarankan agar masyarakat memisahkan pos penghasilan rutin dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Karena sifat THR hanya satu kali setahun, alokasinya harus dibedakan dengan gaji bulanan.

2. Waspada Present Bias dan Bahaya Pinjol

Kebocoran keuangan sering terjadi akibat bias psikologis yang disebut Present Bias. Pola pikir 'mumpung cuma setahun sekali' sering membuat orang abai pada dampak jangka panjang.

Prita mengingatkan masyarakat untuk membedakan prioritas antara must have (wajib ada), should have (sebaiknya ada), dan nice to have (hanya keinginan). Peringatan keras juga diberikan terkait penggunaan Pinjaman Online (Pinjol). 

"Kalau kemampuan finansial sudah mentok, jangan beralih ke pinjaman online. Pinjaman hanya boleh untuk kondisi sangat mendesak seperti tidak bisa makan atau sakit. Di luar itu, gunakan income atau tabungan yang ada," tegasnya.

3. Trik Tiga Rekening

Agar disiplin dengan anggaran, Prita menyarankan metode pembagian pos keuangan ke dalam tiga rekening atau dompet digital terpisah:

  • Rekening Rutin: Untuk belanja bulanan, bahan makanan sahur dan berbuka selama empat pekan.
  • Rekening Prioritas: Untuk kebutuhan seperti baju Lebaran anak atau perlengkapan mudik.
  • Rekening Dadakan: Dana cadangan untuk keinginan impulsif seperti ajakan bukber dadakan atau jajan takjil.
4. Urutan Prioritas Mengelola THR

Saat THR cair, euforia belanja seringkali tak terbendung. Prita memberikan urutan prioritas penggunaan THR yang bijak:
  • Zakat Fitrah: Ini adalah kewajiban utama umat Muslim yang harus dikeluarkan per kepala.
  • Kebutuhan Lebaran: Dana untuk mudik, angpao, dan hidangan Lebaran.
  • Lunasi Utang: Sisihkan dana untuk melunasi utang konsumtif (Pinjol/Paylater).
  • Tabungan & Investasi: Idealnya, sisihkan minimal 30?ri sisa THR untuk ditabung.
5. Instrumen Investasi yang Tepat

Untuk alokasi investasi dari sisa THR, Prita menyarankan pemilihan instrumen berdasarkan tujuan finansial:
  • Jangka Pendek (< 2>
  • Jangka Menengah (2-10 tahun): Bisa memilih Emas, Logam Mulia, atau Reksa Dana Pendapatan Tetap.
  • Jangka Panjang (> 10 tahun): Jika profil risiko sesuai, bisa masuk ke pasar modal atau saham.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)