Geopolitik Memanas, Pengamat Prediksi Harga Emas Tembus Rp4,2 Juta di Akhir 2026

30 January 2026 07:04

Tren kenaikan harga emas diprediksi belum akan berhenti. Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga logam mulia masih akan terus mendaki hingga menyentuh angka fantastis Rp4,2 juta per gram pada akhir tahun 2026.

Saat ini, harga emas dunia telah menyentuh level USD 5.598 per troy ounce, sementara harga domestik berada di kisaran Rp3,4 juta per gram. Menurut Ibrahim, lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik global yang kian memanas, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga situasi politik dalam negeri Amerika Serikat.

"Tensi geopolitik menjadi pemicu utama. Di Timur Tengah, kapal induk USS Abraham Lincoln sudah merapat, mengindikasikan potensi perang terbuka antara AS, Iran, dan Israel. Selain itu, blokade minyak AS terhadap Kuba juga memicu ketegangan di Amerika Latin," jelas Ibrahim dalam Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 29 Januari 2026.

Faktor lain yang menahan koreksi harga emas adalah perang dagang jilid baru di era Presiden Trump serta pelemahan nilai tukar Rupiah.
 

Baca juga:
Harga Emas Dunia Melesat hingga Tembus USD5.500

Strategi Investasi: Jual atau Beli?

Bagi masyarakat, Ibrahim menyarankan strategi yang berbeda tergantung posisi kepemilikan. Bagi yang sudah lama berinvestasi dan memiliki keuntungan, saat ini adalah momentum tepat untuk profit taking atau menjual sebagian. Namun, bagi investor jangka panjang atau yang baru ingin masuk, Ibrahim menilai harga saat ini masih wajar untuk dibeli.

"Bagi yang belum punya, ini kesempatan terbaik meski harga terlihat tinggi. Karena di tahun 2026 lonjakan masih akan terjadi sampai Rp4,2 juta. Jika dana terbatas, masyarakat bisa mencicil melalui emas digital di Bullion Bank mulai dari Rp100 ribu," saran Ibrahim.

Ibrahim turut memprediksi tren bullish emas ini kemungkinan akan bertahan setidaknya hingga tahun 2028.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)