Suara Keadilan di Balik Duka

4 May 2026 01:28

Kecelakaan pesawat bukan sekadar tragedi yang meninggalkan duka, tetapi juga menyisakan persoalan hukum terkait hak-hak ahli waris yang sering kali terabaikan. Selama ini, masyarakat umum hanya mengetahui adanya santunan dari pihak maskapai atau asuransi dalam negeri. Namun, terdapat celah hukum melalui Konvensi Montreal yang memungkinkan keluarga korban menuntut tanggung jawab langsung dari produsen pesawat, seperti Boeing atau Airbus.

Kick Andy kali ini menghadirkan kesaksian memilukan sekaligus menginspirasi dari Ibu Tari dan Ibu Salma, dua istri yang kehilangan pasangan hidup dalam kecelakaan Lion Air JT-610 dan Sriwijaya Air SJ-182. Dibantu oleh pengacara spesialis aviasi, C. Priaardanto, mereka berjuang mendapatkan keadilan hingga ke pusat produsen pesawat di Amerika Serikat.

Danto, yang juga pernah kehilangan anaknya dalam kecelakaan di Seattle, mendedikasikan dirinya untuk mengedukasi keluarga korban mengenai hak ganti rugi yang jauh lebih layak berdasarkan perhitungan potensi ekonomi korban. Tantangan terberatnya bukanlah proses pengadilan yang panjang, melainkan mengedukasi keluarga korban agar tidak terjebak dalam dokumen Release and Discharge yang tidak adil.

Seperti apa keadilan yang diterima para keluarga korban kecelakaan pesawat dan siapa yang memperjuangkannya?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)