Impian Kakek Mardijiyono Menunaikan Haji Terwujud di Usia 103 Tahun

30 April 2026 23:22

Impian besar seringkali membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Hal inilah yang dibuktikan oleh Mbah Mardijiyono, seorang kakek berusia 103 tahun asal Randusari, Karanganom, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Setelah menabung selama lebih dari setengah abad, ia resmi terdaftar sebagai calon jemaah haji tertua di wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk keberangkatan 2026. Mbah Mardi dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu mendatang, 2 Mei 2026. 

Kakek dengan delapan anak ini telah bercita-cita menjalankan ibadah haji sejak awal membina rumah tangga. Demi mewujudkan impiannya tersebut, Mbah Mardi menyisihkan penghasilannya sebagai penjual sayur dan buruh tani sejak masa mudanya. Kerja kerasnya baru membuahkan hasil untuk mendaftar haji pada 2019.

Untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) serta biaya operasional lainnya, Mbah Mardi rela menjual tiga ekor sapi hasil ternaknya. Salah satu anaknya menceritakan bahwa untuk memenuhi setoran awal sebesar Rp25 juta, mereka menjual satu ekor sapi seharga Rp15 juta untuk menambah tabungan Mbah Mardi yang saat itu terkumpul Rp10 juta.
 

Baca juga: Pemkot Kendari Lepas 546 Calon Haji, Termuda 15 Tahun

Wasiat Terakhir Sang Istri

Ada kisah haru di balik keberangkatan Mbah Mardi. Saat mendaftar pada 2019, ia sebenarnya didampingi oleh sang istri, Mustijah. Namun, takdir berkata lain. Beberapa bulan setelah pendaftaran, Mustijah meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, almarhumah berpesan agar Mbah Mardi tetap semangat menunaikan ibadah haji yang telah dinantikan sejak lama.

Mbah Mardi kini menggunakan alat bantu jalan untuk aktivitas sehari-hari. Selama di Tanah Suci nanti, pihak panitia haji telah menyiapkan kursi roda untuk membantu mobilitasnya dalam menjalankan rukun-rukun haji. Mbah Mardi juga memiliki gangguan pendengaran dan harus menggunakan alat bantu dengar.

Beruntungnya Mbah Mardi yang berusia di atas rata-rata manusia normal ini masih memiliki penglihatan yang jelas dan mampu membaca, yang diharapkan dapat memudahkan komunikasi dengan petugas haji. 

Saat ini, dengan dibantu oleh anak dan cucunya, Mbah Mardi terus memantapkan persiapan, termasuk rutin mengamalkan doa-doa ibadah haji agar dapat menjadi haji yang mabrur. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)