7 January 2026 11:11
Jakarta: Minum kopi di pagi hari sudah menjadi rutinitas banyak orang untuk membantu tubuh lebih segar dan fokus. Namun, tidak sedikit yang justru merasakan keluhan seperti perut perih, mual, atau sensasi panas di dada setelah ngopi.
Kondisi ini bisa menjadi tanda meningkatnya asam lambung akibat kebiasaan minum kopi yang kurang tepat.
Berikut sejumlah faktor yang membuat kopi pagi hari berpotensi memicu naiknya asam lambung.
Kopi merangsang produksi asam lambung. Ketika diminum dalam kondisi perut kosong, lapisan lambung tidak memiliki pelindung alami dari makanan sehingga lebih mudah mengalami iritasi.
Kafein dapat melemahkan katup esofagus bagian bawah, yaitu katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Akibatnya, muncul rasa panas di dada atau heartburn setelah minum kopi.
Kebiasaan mengonsumsi kopi secara terburu-buru, terutama saat stres atau kurang tidur, dapat membuat produksi asam lambung meningkat secara mendadak. Kondisi ini membuat lambung “kaget” dan memicu rasa tidak nyaman.
Gula dan lemak dari krimer dapat memperlambat pengosongan lambung. Asam lambung pun bertahan lebih lama di dalam lambung, sehingga risiko iritasi dan mual meningkat.
Pada pagi hari, kadar hormon stres (kortisol) masih tinggi secara alami. Ketika dikombinasikan dengan kafein, produksi asam lambung bisa meningkat lebih tajam dan memicu keluhan pencernaan.
Kopi bukanlah musuh bagi lambung, namun cara dan waktu konsumsinya perlu diperhatikan. Mengisi perut dengan makanan ringan terlebih dahulu, menunggu beberapa saat setelah bangun tidur, serta membatasi jumlah kafein dapat membantu mencegah naiknya asam lambung.
Dengan kebiasaan yang lebih tepat, kopi tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan lambung.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)