Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan gambut di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, kian tak terkendali. Hingga hari ke-10, api dilaporkan telah menghanguskan lebih dari 50 hektare lahan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan padam sepenuhnya.
Kondisi diperparah dengan munculnya titik api baru di Desa Kuta Padang dan Desa Beurawang, Kecamatan Bubon. Bara api yang tersembunyi di dalam lapisan gambut terus menyala dan menjalar ke berbagai arah membuat petugas harus berjuang ekstra keras menahan laju kebakaran.
Kendala Pemadaman Karhutla di Aceh
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengungkapkan bahwa meskipun api di permukaan tampak mengecil, ancaman sesungguhnya berada di bawah tanah. Bara api tersembunyi di dalam lapisan gambut dengan kedalaman mencapai 3 meter.
"Kedalaman bara di dalam gambut ini yang sering kita tempuh dengan mesin portabel sehingga perlu intervensi langsung dengan air dalam jumlah curah tinggi," ujar Ronald yang dikutip Metro Siang pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ronald juga menambahkan bahwa suhu panas yang ekstrem dan angin kencang mempercepat penjalaran api ke berbagai arah.
Upaya Petugas Padamkan Karhutla
Mengingat sulitnya medan yang tidak terjangkau oleh petugas darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan api dari udara. Ribuan liter air dijatuhkan berulang kali secara intensif pada titik-titik api yang paling parah dan sulit diakses petugas darat.
Selain operasi udara, BNPB juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai garam di langit Aceh untuk merangsang hujan buatan. Langkah darurat ini ditempuh untuk mendatangkan hujan dan membantu menekan penyebaran api yang terus mengancam.
Meski dalam dua hari terakhir hujan mulai turun, intensitasnya yang masih rintik dan durasi yang singkat dinilai belum cukup untuk memadamkan bara api di kedalaman gambut secara total. Cuaca ekstrem dan keterbatasan awan hujan membuat upaya tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.
Di lapangan, personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat terus berjibaku membuat sekat bakar dan melakukan pembasahan kembali (rewetting) pada lahan yang belum terdampak. Penggunaan sekat kanal dinilai sangat efektif untuk mengurangi eskalasi dampak kebakaran, meskipun belum tersedia di seluruh wilayah.
Lebih dari 50 hektare lahan gambut kini telah hangus terbakar. Dengan api yang masih aktif di dalam lapisan gambut dan hujan yang belum kunjung turun, pertarungan melawan karhutla di Aceh Barat diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.