Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun Mulai 1 Januari 2026

2 January 2026 15:12

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, Pertamina Patra Niaga, kembali melakukan penyesuaian harga berkala untuk produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax Series dan Dex Series. Penyesuaian harga ini berlaku terhitung mulai 1 Januari 2026, dan menjadi kado tahun baru bagi pengguna BBM non-subsidi Pertamina.

Penyesuaian harga ini dilakukan dengan mengacu pada formula harga dari pemerintah, serta mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak dunia seperti Min of Plat Singapore (MOPS) atau Argus. Selain itu, penentuan harga ini juga mempertimbangkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, di mana tren harga minyak dunia sepanjang Desember 2025 cenderung mengalami penurunan.

Harga BBM non-subsidi Pertamina bervariasi di setiap daerah, tergantung pada tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing provinsi. Khusus di wilayah yang menerapkan PBBKB 5 persen, seperti DKI Jakarta, semua produk non-subsidi mengalami penurunan harga.

Berikut adalah daftar harga baru per 1 Januari 2026 di wilayah dengan PBBKB 5 persen:

  • Pertamax turun dari Rp12.750/liter menjadi Rp12.350/liter.
  • Pertamax Green 95 turun dari Rp13.500/liter menjadi Rp13.150/liter.
  • Pertamax Turbo turun dari Rp13.750/liter menjadi Rp13.400/liter.
  • Dexlite turun dari Rp14.700/liter menjadi Rp13.500/liter.
  • Pertamina Dex turun dari Rp15.000/liter menjadi Rp13.600/liter.
Sementara itu, untuk produk BBM subsidi, harga Solar Subsidi tetap di Rp6.800/liter dan Pertalite (RON 90) tetap di harga Rp10.000/liter. Penentuan harga BBM subsidi ini sepenuhnya merupakan keputusan atau kebijakan dari pemerintah.
 

Khusus untuk tiga wilayah yang terdampak bencana seperti Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, harga BBM tidak mengalami penyesuaian sejak November 2025. Hal ini menyebabkan harga BBM di wilayah tersebut saat ini masih di bawah harga provinsi lain yang menerapkan PBBKB yang sama.

Penyesuaian harga ini menjadikan produk BBM non-subsidi Pertamina semakin kompetitif dengan badan usaha lain. Badan usaha seperti Shell Indonesia, Vivo Energi Indonesia, dan BP-AKR juga kompak menurunkan harga BBM non-subsidi mereka mulai 1 Januari 2026.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)