Posko Peduli BNI Dampingi Anak-Anak Korban Gempa NTT Kembali Tersenyum

23 August 2026 18:32

Di tengah trauma yang masih membayangi warga korban gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, senyum anak-anak kembali terlihat di lapangan Berdikari Kota Mbay. sejumlah anak pengungsi diajak bermain, bernyanyi dan mewarnai untuk sejenak melupakan rasa takut akibat gempa yang mengguncang Nagekeo pada Sabtu lalu.

Sejak pagi hingga sore, lapangan Berdikari Kota Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya menjadi tempat pelindung bagi warga korban gempa. Di tempat ini anak-anak pengungsi diajak kembali tersenyum bersama insan BNI.

Para insan BNI mengajak mereka bermain, bernyanyi dengan suasana penuh keakraban untuk mengusir kejenuhan, sekaligus membantu anak-anak melepaskan rasa takut. Sejenak anak-anak melupakan tenda pengungsian dan kondisi rumah yang rusak akibat gempa.

Bukan hanya bermain, anak-anak juga diberikan buku gambar dan pensil warna. Mereka bebas menuangkan imajinasi melalui gambar dan warna. Sementara insan BNI memberikan semangat dan hadiah bagi mereka yang berhasil menyelesaikan gambar.

Bagi anak-anak aktivitas ini bukan sekadar permainan. Di tengah situasi bencana, kesempatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk kembali merasakan suasana aman.

Para insan BNI yang sehari-hari melayani nasabah, kali ini berada di tengah para pengungsi. Mendampingi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang masih dalam situasi darurat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penanganan pengungsi yang dilakukan BNI bersama sejumlah pihak di Kabupaten Nagekeo.
 



Sejak 16 Agustus bantuan mulai disalurkan ke sejumlah pos pengungsian di sekitar Mbay, termasuk lokasi pengungsian di sekitar rumah ibadah. BNI juga ditunjuk sebagai koordinator BUMN dalam penanganan bencana melalui posko BUMN Peduli. Posko ini menjadi pusat koordinasi untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak gempa.

Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa sembako. BNI dan BUMN juga menyiapkan dukungan kesehatan dengan menyediakan tenda kesehatan bagi pengungsi yang membutuhkan pengobatan. Trauma healing juga akan terus dilakukan khususnya bagi anak-anak yang masih mengalami ketakutan pascagempa.

Selain itu koordinasi dengan BPBD terus dilakukan untuk memetakan kebutuhan pengungsi, termasuk rencana bantuan dan perbaikan rumah warga terdampak.

Di tengah bencana senyum anak-anak menjadi pesan sederhana. Pemulihan tidak hanya soal membangun kembali rumah. Ada rasa takut yang harus dipulihkan, ada trauma yang harus dihilangkan, dan ada masa depan anak-anak yang harus kembali dibangun. Untuk sesaat di lapangan Berdikari, tertawa dan warna-warni gambar anak-anak menjadi cara mereka mengalahkan rasa takut.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X