8 March 2026 20:58
Fenomena pergerakan tanah yang membentuk lubang raksasa di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, menyisakan duka dan kepanikan mendalam bagi warga setempat. Dengan laju perluasan yang sangat masif, rekahan tanah ini menjadi teror nyata yang perlahan menelan ruang hidup dan mata pencaharian masyarakat.
Dari sisi infrastruktur, bencana geologis ini membawa ancaman krisis energi berskala besar. Pergerakan tanah yang kian tidak stabil memaksa PT PLN (Persero) melakukan evakuasi darurat dengan membongkar dan memindahkan sejumlah menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Pemindahan infrastruktur vital ini menjadi langkah krusial untuk mencegah putusnya jaringan listrik interkoneksi yang dapat memicu pemadaman total di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Namun, derita paling memilukan justru dirasakan oleh warga akar rumput. Di balik krisis infrastruktur tersebut, lubang raksasa ini secara ganas membelah dan menelan hamparan lahan pertanian produktif yang menjadi urat nadi perekonomian desa. Kebun-kebun cabai, kentang, hingga kopi yang siap panen kini hancur tak bersisa, dan pergerakan tanahnya kian hari kian mendekati teras rumah warga.
| Baca juga: Gempa M 5,6 Guncang Sinabang Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami |