Derita di Balik Fenomena Lubang Raksasa

8 March 2026 20:58

Fenomena pergerakan tanah yang membentuk lubang raksasa di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, menyisakan duka dan kepanikan mendalam bagi warga setempat. Dengan laju perluasan yang sangat masif, rekahan tanah ini menjadi teror nyata yang perlahan menelan ruang hidup dan mata pencaharian masyarakat.

Dari sisi infrastruktur, bencana geologis ini membawa ancaman krisis energi berskala besar. Pergerakan tanah yang kian tidak stabil memaksa PT PLN (Persero) melakukan evakuasi darurat dengan membongkar dan memindahkan sejumlah menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Pemindahan infrastruktur vital ini menjadi langkah krusial untuk mencegah putusnya jaringan listrik interkoneksi yang dapat memicu pemadaman total di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Namun, derita paling memilukan justru dirasakan oleh warga akar rumput. Di balik krisis infrastruktur tersebut, lubang raksasa ini secara ganas membelah dan menelan hamparan lahan pertanian produktif yang menjadi urat nadi perekonomian desa. Kebun-kebun cabai, kentang, hingga kopi yang siap panen kini hancur tak bersisa, dan pergerakan tanahnya kian hari kian mendekati teras rumah warga.
 

Baca juga:
Gempa M 5,6 Guncang Sinabang Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Kepahitan ini begitu tergambar dari sosok Usman AB, seorang petani paruh baya yang terpaksa menyaksikan kebun kopi seluas 10 rante miliknya berada di ambang kehancuran. Lahan yang dibelinya sejak akhir tahun 1994 itu bukan sekadar tanah biasa, melainkan saksi bisu perjuangannya selama lebih dari tiga dekade untuk membiayai pendidikan anak-anaknya hingga sukses meraih gelar sarjana dan mandiri di tanah rantau.

Kini, Usman dan puluhan petani lainnya hanya bisa berdiri tegar menghadapi bencana yang meluluhlantakkan jerih payah mereka. Meski mengaku ikhlas jika alam yang mengambil kembali lahan tersebut, warga Desa Pondok Balek menaruh harapan besar adanya kehadiran negara. Mereka mendesak pemerintah untuk segera turun tangan memberikan solusi mitigasi yang komprehensif, serta kejelasan ganti rugi agar mereka dapat kembali menyambung hidup yang terenggut oleh bencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)