AWG Buka Bulan Solidaritas Palestina 2024 di Monas

1 November 2026 12:16

Ribuan relawan kemanusiaan memadati kawasan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam pembukaan gelaran akbar Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2024, Minggu 1 November 2026 pagi. Acara yang diinisiasi oleh Aqsa Working Group (AWG) ini menandai komitmen konsisten bangsa Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina yang kini mamasuki tahun keenam penyelenggaraan.

Mengusung tema Penguatan Peran Advokasi Global Menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina, acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdul Fatah Al-Sattari.

Pembukaan BSP 2024 terasa berbeda dengan kehadiran 1.000 relawan kemanusiaan yang menggelar defile. Barisan relawan ini terbagi ke dalam enam elemen fungsional pendukung perjuangan Palestina, yakni tim medis, rescue, jurnalis, konstruksi, aktivis, dan pekerja sosial.
 



Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah, menjelaskan bahwa pemilihan bulan November dilandasi oleh rentetan peristiwa bersejarah yang menimpa Palestina, mulai dari Deklarasi Balfour, gugurnya Yasser Arafat dan Izzudin Al-Qassam, hingga peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

"Sepanjang tahun kita membela Palestina, tetapi November menjadi bulan ijtima (perkumpulan) untuk memperkuat pembelaan tersebut. Kami melihat tren dukungan mulai menurun, sehingga melalui momentum ini kami mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk tidak berhenti menyuarakan pembelaan dan meneruskan gerakan boikot terhadap produk terafiliasi zionis," ungkap Anshorullah, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 1 November 2026.

Di samping menggalang dukungan akar rumput, AWG juga melontarkan kritik dan tuntutan tegas kepada pemerintah Indonesia agar menyelaraskan retorika diplomasi dengan tindakan nyata, khususnya terkait isu normalisasi maupun hubungan ekonomi tersembunyi.

"Kami berharap Indonesia secara utuh, baik rakyat maupun pemerintah, kuat dan tidak pincang dalam membela Palestina. Jangan sampai kita lantang meneriakkan Free Palestine, tetapi di sisi lain masih menjalin hubungan dagang dengan entitas zionis di bawah meja. Pemerintah harus menghentikan segala bentuk hubungan dengan entitas zionis Israel," tegasnya.

Sebagai bentuk eskalasi advokasi, AWG telah menyusun serangkaian agenda selama bulan November. Rangkaian tersebut meliputi Simposium Anti-Zionis di Gedung DPR RI pada 22 dan 25 November, serta aksi Long March Cinta Al-Aqsa yang dimulai dari Masjid At-Taqwa Cileungsi, Bogor, pada 28 November. Puncak acara BSP 2024 akan ditutup pada 29 November di Masjid Istiqlal, Jakarta, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X