Menhan: Prajurit Yonif TP Harus Jadi Penggerak Pembangunan di Wilayah Perbatasan

Metro TV • 3 October 2026 19:27

Jakarta: Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, kehadiran batalyon baru Yonif Teritorial Pembangunan atau Yonif TP di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia adalah untuk menjaga wilayah serta melindungi masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman yang bisa muncul. Khususnya, yang  mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peryataan tersebut disampaikan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan kerja ke Yonif TP 921/Alang Impang di Kabupaten Malinau dan Yonif TP 922/Upun Taka, di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu, 3 oktober 2026.

Menhan menyampaikan, tugas  pokok prajurit adalah menjaga wilayah NKRI, khususnya di perbatasan Indonesia-Malaysia. Sjafrie meminta prajurit mampu menguasai teknik bertempur, bela diri, dan terus menjalankan patroli wilayah satuan masing-masing dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Selain itu, Sjafrie menekankan prajurit Yonif TP tidak hanya mahir sebagai satuan tempur, tapi juga harus memiliki kemampuan teknis seperti bercocok tanam dan beternak. Hal ini penting dalam rangka ikhtiar memenuhi kebutuhan pokok satuan masing-masing secara optimal dan mandiri.

"Prajurit Yonif TP juga harus menjadi penggerak pembangunan di wilayah perbatasan agar terjadi percepatan pembangunan di wilayah masing-masing," ujar Sjafrie di Tana Tidung, Kalimantan Utara, Sabtu, 3 Oktober 2026. Selain itu, Sjafrie meminta prajurit Yonif TP menjadi penggerak pembangunan di wilayah perbatasan agar terjadi percepatan pembangunan di wilayah masing-masing.

Ia juga meminta kepada seluruh prajurit terus membantu dan melayani masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus, menyelenggarakan pembinaan teritorial kepada masyarakat secara rutin.

Dalam kunjungan kerja dua hari  di Kalimantan Utara ini, Sjafrie didampingi  Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Sekjen Kemenhan Letjend TNI Tri Budi Utomo, Kepala Badan Logistik Kemenhan Marsekal Madya TNI Jusuf Jauhari, serta Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Krido Pramono.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X