4 January 2024 13:14
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi Indonesia di 2023 terendah dalam 20 tahun terakhir. Meski masih di kisaran target yang ditetapkan, namun apakah rendahnya tingkat inflasi merupakan pertanda baik ataukah justru pertanda buruk?
Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Teguh Dartanto mengapresiasi capaian pengendalian inflasi ini. Sebab, pengendalian harga menjadi fokus pemerintah Indonesia.
"Kita secara mendalam harus komponen dari inflasi itu sendiri, permasalahan apa dan isunya ada dimana?," kata Teguh dalam tayangan Metro Bisnis, Metro TV, Kamis, 4 Januari 2024.
Tegus khawatir meskipun inflasi 2023 terendah dalam 20 tahun terakhir, namun penyumbang terbesar inflasi tersebut ialah kelompok makanan dan minuman. Hal inilah berdampak pada masyarakat menengah.
"Walaupun inflasinya rendah, namun menyasar harga pangan makanan, dampak yang dirasakan masyarakat bawah sangat terasa," beber Teguh.
Menurut Teguh, masa tanam yang mundur akibat el nino perlu dijaga pemerintah. Tujuannya, agar harga makanan bisa terus terkendali dan tidak mengalami kenaikan.
"Inflasi makanan karena faktor el nino, sedangkan inflasi lain lebih condong wait and see," ungkapnya.