NEWSTICKER

Fact Check: Peta Daerah Rawan Cuaca Ekstrem

30 December 2022 12:26

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah Indonesia di penghujung 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga awal tahun mendatang.

Berdasarkan data dari BMKG pada 28 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023 diprediksi akan terjadinya kecepatan maksimum angin sebesar 15 knot atau sama dengan 27,8 kilometer per jam. Kehadiran siklon tropis 95W yang berdampak pada kecepatan angin dan gelombang tinggi.

Selain itu, adanya Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang yang membawa massa udara basah menyebabkan curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Penyebab lainnya yakni, fenomena La Nina atau mendinginnya suhu permukaan laut. 

BMKG menyebut La Nina tahun ini sebagai ‘triple dip’ atau tiga tahun berturut-turut sejak 2021. ‘Triple dip’ La Nina ada siklus 23 tahun yang pernah dialami Indonesia sebelumnya.

Tidak hanya hujan ekstrem, gelombang tinggi juga diprediksi akan menyapu sejumlah pesisir Indonesia, sehingga berpotensi terjadinya banjir rob. Sejumlah pihak, seperti BNPB, BRIN, hingga TNI AU bergerak melakukan teknologi modifikasi cuaca untuk mencegah bencana hidrometeorologi.