30 September 2026 19:51
Jakarta: Kapal perpustakaan Doulos Hope kembali berlabuh di Jakarta setelah 38 tahun. Berada di Pelabuhan Tanjung Priok, kapal ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang ingin membaca dan berburu buku sekaligus menikmati suasana kapal bersama keluarga.
Doulos Hope hadir di Jakarta sejak 16 September hingga 11 Oktober 2026. Pengunjung dapat menikmati sekitar 2.000 buku dari berbagai kategori, mulai dari cerita anak, pengetahuan, memasak, hingga coding.
Staf Persiapan & Promosi Doulos Hope, Magdalena, mengatakan kehadiran kapal tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap buku dan pengetahuan.
“Pada dasarnya, kami ingin membuat buku dapat diakses oleh semua orang. Tujuan kami adalah membagikan pengetahuan, bantuan, dan harapan melalui buku-buku tersebut,” ujar Magdalena dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 30 September 2026.
Ia berharap pengunjung dapat kembali menemukan kecintaan terhadap buku melalui pengalaman membaca di atas kapal.
“Kami berharap agar pengunjung bisa menemukan lagi kecintaannya pada buku atau menemukan buku yang menarik, dan kami sangat berharap mereka meninggalkan kapal ini dengan perasaan senang,” katanya.
Selain berburu buku, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan kru Doulos Hope yang berasal dari lebih dari 35 kewarganegaraan. Kehadiran kru internasional itu turut menghadirkan pengalaman pertukaran budaya bagi pengunjung.
Salah satu pengunjung, Selda, datang dari Tangerang bersama anak dan cucunya. Ia mengatakan suasana kapal dan keberadaan buku membuat anak-anak tertarik untuk membaca.
“Mau datang karena ini unik ya, banyak buku terus kita ada di sebuah kapal. Anak-anak tuh pasti happy pas tahu anak-anak, padahal anak saya masih umur tiga, dua tahun,” kata Selda.
Menurut Selda, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan buku kepada anak sejak dini.
Pengunjung lainnya, Dorothy, menilai keberadaan Doulos Hope dapat menjadi pengingat bagi orang tua untuk mengenalkan kembali kegiatan membaca kepada anak di tengah penggunaan gawai.
“Ini untuk mendorong anak-anak Indonesia yang dari kecil sudah mencintai handphone (HP), supaya orang tuanya mengingatkan, HP itu bukan menguntungkan ada untung juga ada ya, tapi banyak merugikan. Dan mereka juga malas berpikir,” ujar Dorothy.
Ia menilai membaca buku dapat membantu anak menggali informasi dan memahami sesuatu secara lebih mendalam.
Pengunjung lain, Elin, mengatakan pengalaman membaca di atas kapal menunjukkan bahwa aktivitas membaca tidak harus dilakukan di dalam ruangan.
“Makin bertambah ya minat bacanya, terus kita mengajarkan juga bahwa kalau baca buku itu enggak usah di dalam ruangan, kita bisa seperti ini contohnya ada di atas kapal, di luar, di taman gitu,” kata Elin.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Doulos Hope buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 13.30 hingga 21.00 WIB. Tiket masuk dibanderol Rp15 ribu, sedangkan anak-anak usia 12 tahun ke bawah dan lansia 65 tahun ke atas dapat masuk secara gratis.
Tiket dapat dipesan secara daring. Pengunjung juga diimbau membawa uang tunai atau kartu karena pembayaran melalui QRIS belum tersedia di area kapal. Harga buku yang dijual bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
Selain membaca dan berburu buku, pengunjung dapat menikmati penampilan seni dan budaya serta beragam jajanan yang tersedia di area kapal.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Jakarta, Doulos Hope akan melanjutkan perjalanan menuju Batam.