Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XIV/Hasanuddin, Makassar, digelar secara sederhana, tapi tetap berlangsung khidmat pada Senin, 5 Oktober 2026 pagi. Kesederhanaan perayaan ini merupakan wujud empati dan solidaritas TNI terhadap masyarakat yang tengah terdampak berbagai musibah di Tanah Air.
Rangkaian bencana seperti musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung berapi, hingga kecelakaan di laut menjadi perhatian utama institusi militer tersebut. Sebagai bentuk kepedulian, sejumlah kegiatan perayaan dialihkan menjadi agenda yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, di antaranya bakti sosial, pelayanan kesehatan, serta berbagai kegiatan teritorial.
Mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", momentum HUT ini dijadikan pengingat untuk terus memperkuat kedekatan dengan rakyat.
Inspektur Upacara sekaligus Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis, mengungkapkan bahwa kedekatan tersebut berbanding lurus dengan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap TNI yang saat ini berada di kisaran 90 hingga 93 persen.
"Harapan kita tentunya masyarakat selalu bersama dengan TNI untuk membangun Indonesia. Dan alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terhadap TNI masih di atas 90 persen. Ini menandakan bahwa TNI masih dicintai oleh rakyat. Tidak ada jarak, tidak ada ruang yang bisa memisahkan kita untuk selalu bisa membangun negara ini dengan aman," ungkap Andi dikutip dari
Metro Siang, Metro TV, Senin 5 Oktober 2026.
Selain memperkokoh kemanunggalan dengan rakyat, Laksda TNI Andi Abdul Azis juga memberikan catatan penting terkait dinamika ancaman pertahanan di era modern. Ia menyoroti perubahan karakter ancaman yang kini tidak lagi terbatas pada medan perang konvensional fisik, melainkan telah meluas ke dunia maya atau siber.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, ia menegaskan bahwa TNI harus terus beradaptasi dengan memperkuat penguasaan teknologi. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan profesionalisme prajurit, yang dibarengi dengan percepatan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), menjadi langkah mutlak agar TNI selalu siap menjaga kedaulatan negara dari segala bentuk ancaman baru.