26 October 2026 11:56
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, hingga kini belum sepenuhnya padam. Memasuki lebih dari satu bulan sejak pertama kali terdeteksi pada 22 September lalu, petugas gabungan masih terus berjibaku memadamkan titik api yang membakar kawasan konservasi tersebut.
Guna memastikan kondisi di lapangan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi memantau langsung titik api yang tersisa melalui jalur udara menggunakan helikopter, sebelum meninjau pemadaman darat bersama tim di lokasi.
Dari hasil pantauan udara, kepulan asap tebal masih tampak membubung tinggi di sejumlah titik. Saat ini, luasan lahan yang masih terbakar dan diupayakan pemadamannya diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare.
Upaya penjinakan si jago merah di TNWK menghadapi tantangan berat di lapangan. Kondisi vegetasi yang lebat, kontur medan yang sulit diakses kendaraan pemadam, serta minimnya sumber air di dalam hutan menjadi kendala utama bagi para personel darat.
Untuk menyiasati hal tersebut, tim gabungan mengoperasikan mesin pompa air bertekanan tinggi dengan menyambung pipa dan selang hingga sepanjang hampir 3 kilometer demi menjangkau titik api di pedalaman hutan.
Selain itu, kebakaran yang berkepanjangan ini turut memicu kekhawatiran terhadap kelestarian satwa langka yang dilindungi, khususnya gajah sumatra. Kendati habitat inti gajah yang terkonsentrasi di sektor selatan TNWK dilaporkan masih relatif aman lantaran kobaran api dominan berada di bagian utara, ancaman kerusakan ekosistem satwa liar tetap terus diwaspadai.