Surabaya Siapkan Rusunami Kekinian untuk Gen Z, Harga Mulai Rp100 Juta

7 April 2026 11:28

Surabaya: Lonjakan populasi Gen Z di Surabaya menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pada 2029,  jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 80 persen dari total penduduk. Kondisi ini mendorong kebutuhan hunian yang semakin tinggi, terutama bagi generasi muda yang belum memiliki tempat tinggal.

Sebagai solusi, Pemkot Surabaya akan membangun  Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di dua lokasi strategis, yakni kawasan Rungkut, Surabaya Timur, dan Tambak Wedi, Surabaya Utara. Proyek ini dirancang dengan konsep hunian modern yang sesuai dengan gaya hidup Gen Z.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Rusunami akan mengusung desain kekinian dengan fasilitas yang menunjang kebutuhan generasi muda. Selain itu, harga unit juga dibuat terjangkau, mulai dari Rp100 juta.



Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian Maharhandono, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari skema hunian berjenjang yang tengah disiapkan pemerintah.

“Rusunami nantinya kita akan menyediakan konsep hunian ini berjenjang. Jadi yang sudah dimiliki Pemkot saat ini adalah Rusunawa subsidi yang sewa tertingginya Rp115 ribu per bulan itu untuk MBR. Nantinya untuk jenjang berikutnya kita akan sediakan Rusunawa yang lebih non-subsidi atau sekitar bisa cover operational cost atau sekitar Rp750 ribu per bulan. Kemudian ada Rusunami yang berdiri di atasnya lahan ini kita lagi jajaki di tahun ini,” ujarnya dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 7 April 2026.

Rusunami ini nantinya memiliki spesifikasi dua kamar, sehingga dapat mengakomodasi Gen Z yang sudah berkeluarga. Meski demikian, terdapat sejumlah persyaratan, seperti berasal dari keluarga menengah ke bawah dan merupakan warga asli Surabaya.

Pemkot Surabaya juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, untuk mempercepat pembangunan hunian berbasis kawasan terpadu atau transit oriented development (TOD). Melalui program ini, pemerintah berharap generasi muda Surabaya dapat memiliki akses hunian layak, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)