8 August 2026 11:41
Jakarta: Desainer Ivan Gunawan kembali melestarikan wastra Nusantara melalui ekshibisi NUSANOVA 2.0 “Sekar Jagat” di Galeri Jakarta Selatan. Pameran ini menghadirkan batik Madura dalam bentuk instalasi seni mode kontemporer hingga koleksi busana siap pakai.
Ivan Gunawan mengatakan ekshibisi tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat karya fesyen secara lebih dekat.
"Dalam rangka perayaan HUT RI yang ke-81, saya juga ingin memberikan kontribusi dan hiburan khususnya buat insan fesyen, kolektor kain, sekolah-sekolah anak-anak sekolah fesyen, pokoknya fesyen enthusiast lah untuk bisa melihat koleksi aku dari dekat," ungkap Ivan dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 8 Agustus 2026.
Dalam NUSANOVA 2.0 “Sekar Jagat”, batik Madura menjadi primadona utama. Ivan mengolah motif Sekar Jagat dengan memecah susunan motif pada satu helai kain menjadi berbagai bagian busana dan memberikan aplikasi payet pada bagian tertentu untuk menonjolkan detail.
"Primadona dari koleksi ini adalah batik Madura. Di mana batik Madura ini, motif ini adalah motif Sekar Jagat. Jadi dalam satu helai kain ini ada beberapa layer motif," terangnya.
Ivan menyebut koleksi tersebut mengusung konsep Avant-Garde yang memadukan kekayaan wastra Nusantara dengan gaya mode kontemporer. Ia berharap busana tersebut dapat dikenakan dalam berbagai acara bergengsi, termasuk karpet merah dan agenda internasional.
"Saya tuh mengambil istilahnya itu Avant-Garde, di mana baju wastra bayangin nantinya bisa dipakai di red carpet, bisa dipakai di event-event internasional," tutur Ivan.
Berbeda dari edisi pertama yang menggunakan beragam jenis wastra seperti tenun, songket, dan batik, NUSANOVA 2.0 memilih satu material utama, yakni batik Madura. Menurut Ivan, pemilihan tersebut membuat eksplorasi motif dan karakter kain dapat dilakukan lebih mendalam.
"Kalau edisi pertama itu Kak Igun banyak wastra yang Kak Igun pakai. Jadi ada tenun, ada songket, ada batik. Nah sekarang Kak Igun cari primadonanya satu aja. Nah keluarnya itu adalah si batik Madura," jelasnya.
Ivan menilai karakter batik Madura memiliki kesamaan dengan dirinya karena kaya motif, berwarna ceria, kuat, dan berkarakter. Ia juga mengeksplorasi kain tersebut menjadi busana dengan teknik draping tanpa banyak potongan.
"Colorful, ceria, terus udah gitu ya memang rumit seperti karakter aku juga. Tapi karakter ini tuh strong, powerful," paparnya.
Selain koleksi eksklusif untuk pameran, Ivan juga menghadirkan versi ready-to-wear yang dapat dibeli pengunjung. Koleksi tersebut dirancang dengan sentuhan wastra Nusantara yang tetap mengikuti gaya modern dan fungsional.
Ivan mengatakan dirinya tidak sekadar mengikuti tren fesyen yang berkembang, tetapi berusaha menciptakan karakter tren melalui desain yang dibuatnya. "Alhamdulillah nggak ngikutin tren yang terjadi di luar, tapi aku create tren versi aku," kata Ivan.
Melalui NUSANOVA 2.0 Sekar Jagat, Ivan berharap pameran tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus sumber inspirasi bagi pencinta fesyen dan pelajar sekolah mode. Ia juga berencana menghadirkan pameran serupa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.
"Harapan aku pameran ini insya Allah bisa menjadi edukasi buat teman-teman khususnya pencinta fesyen, sekolah fesyen, dan menjadikan inspirasi," pungkas Ivan.