2 February 2026 01:49
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan akan mengambil peran aktif sebagai pemain strategis di pasar modal Indonesia. Lembaga ini diketahui telah mulai menanamkan modalnya di lantai bursa sejak akhir Desember 2025.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa strategi investasi Danantara di pasar modal dijalankan melalui manajer investasi yang telah ditunjuk. Pihaknya menerapkan seleksi ketat dalam mengidentifikasi saham-saham potensial.
Pandu menegaskan, kriteria utama saham yang akan diborong oleh Danantara harus memenuhi tiga syarat utama: likuiditas yang baik (good liquidity), fundamental perusahaan yang kokoh (good fundamental), dan valuasi yang menarik (good value).
Prioritas Pasar Domestik
Terkait alokasi aset, Pandu menyebutkan porsi yang cukup besar akan digelontorkan ke pasar publik tahun ini.
"Untuk tahun ini, bisa dibilang setengah dari pendanaan Danantara akan masuk ke public market. Sebagian besar tentu akan di Indonesia. Meskipun kami bisa berinvestasi di luar negeri, keberpihakan kami tetap kepada Indonesia," ujar Pandu.
Sementara itu, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa keterlibatan Danantara di pasar saham bukan hanya sekadar investasi, melainkan juga bagian dari upaya reformasi lantai bursa. Ia menyebut Danantara memiliki kontribusi pasar yang signifikan mencapai 30 persen.