Jakarta: Dalam beberapa hari terakhir, wilayah di sekitar Indonesia terpantau aktif secara atmosfer. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan tiga bibit siklon tropis secara bersamaan di kawasan sekitar Nusantara.
Fenomena ini menunjukkan dinamika cuaca yang cukup signifikan, meskipun tidak semua bibit siklon akan berkembang menjadi siklon tropis. Keberadaan bibit siklon tersebut dapat memengaruhi pola angin, pembentukan awan hujan, serta kondisi gelombang laut di sejumlah wilayah Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 92S
Bibit siklon tropis 92S terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dan berlokasi di sekitar Samudra Hindia, tepatnya barat daya Lampung.
Bibit siklon ini diprediksi akan memicu gelombang tinggi di Samudra Hindia barat Lampung dan Bengkulu. Kondisi ini akan mempengaruhi aktivitas pelayaran dan masyarakat di pesisir.
Bibit Siklon Tropis 94W
Bibit siklon tropis 94W terbentuk pada 2 Februari 2026 pada pukul 13.00 WIB di sekitar Laut Filipina, utara Papua. Bibit siklon ini tidak berdampak pada cuaca ekstrem atau gelombang tinggi di Indonesia.
Meski demikian bibit siklon ini tetap terus dipantau karena laut Filipina merupakan salah satu daerah yang aktif dalam pembentukan siklon tropis di kawasan Pasifik barat.
Bibit Siklon Tropis 98P
BMKG juga mendeteksi bibit siklon tropis 98P yang terbentuk pada 29 Januari 2026 pada pukul 13.00 WIB. Bibit siklon tersebut berada di Teluk Carpentaria barat, Australia.
Menurut BMKG, bibit siklon ini akan mempengaruhi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Harus diwaspadai gelombang tinggi,
angin kencang, dan
hujan lebat.
Sumber: Redaksi Metro TV