Netanyahu Klaim Tewaskan Komandan AL IRGC Alireza Tangsiri

26 March 2026 22:53

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengklaim bahwa pasukannya telah berhasil menewaskan Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri. Operasi tersebut dilaporkan terjadi melalui serangan udara presisi di kawasan Bandar Abbas, Iran, pada Rabu malam, 25 Maret 2026 waktu setempat.

Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa Tangsiri adalah target strategis utama karena perannya yang sangat vital dalam kebijakan militer Teheran di perairan internasional.

"Tadi malam kami melenyapkan komandan Angkatan Laut Garda Revolusi. Orang ini memiliki banyak darah di tangannya, dan dialah juga yang memimpin penutupan Selat Hormuz. Ini adalah contoh lain dari kerja sama antara kami dan teman kami, Amerika Serikat," ujar Netanyahu.
 

Baca juga:
Media Israel Sebut Trump Siap Rebut Pulau Kharg di Iran

Kematian Alireza Tangsiri disebut sebagai hasil dari kolaborasi intelijen dan militer yang erat antara Israel dan sekutu utamanya, Amerika Serikat. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga telah menyampaikan pengumuman serupa di Tel Aviv. Ia menyebutkan bahwa Tangsiri tidak tewas sendirian, melainkan bersama sejumlah komandan senior angkatan laut lainnya dalam gelombang serangan yang sama.

Alireza Tangsiri dikenal sebagai arsitek di balik strategi penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran paling krusial bagi pasokan minyak dunia. Penunjukannya sebagai target utama menunjukkan upaya sistematis untuk melumpuhkan kemampuan blokade Iran di wilayah perairan strategis tersebut.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan komentar resmi maupun konfirmasi terkait kabar tewasnya Alireza Tangsiri. Absennya pernyataan dari pihak IRGC menimbulkan spekulasi mengenai kebenaran klaim tersebut atau kemungkinan Iran tengah mempersiapkan langkah balasan yang lebih besar. Situasi di Bandar Abbas dilaporkan masih dalam pengawasan ketat, sementara ketegangan di kawasan Teluk meningkat pasca pengumuman ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)