Jakarta: Kabar duka kembali menyelimuti dunia sepak bola nasional setelah legenda Timnas Indonesia, Dede Sulaeman, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 25 Januari 2025. Informasi mengenai kepergian sang legenda pertama kali diungkapkan oleh pengamat sepak bola, Kesit B Handoyo, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Mantan pemain andalan Timnas Indonesia era 1970-an tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 69 tahun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dede sempat ambruk secara mendadak di lapangan saat sedang bermain sepak bola di Lapangan Betos.
Rekan-rekannya segera melarikan sang legenda ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun nyawa Dede tidak tertolong dan pihak medis menyatakan ia meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.
Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka yang terletak di wilayah Jakarta Timur. Pihak keluarga menyiagakan rumah duka di Komplek Pertamina Persahabatan, Rawamangun, bagi pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian mendadak ini mengejutkan banyak pihak mengingat Dede dikenal masih aktif berolahraga di usia senjanya. Insan sepak bola nasional kehilangan salah satu figur penting yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Kiprah Gemilang di Lapangan Hijau
Semasa aktif bermain, Dede Sulaeman dikenal luas sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Pria kelahiran 8 Mei 1956 ini menorehkan tinta emas dengan menjadi top skor kompetisi Galatama pada musim 1982-1983.
Catatan kariernya di level internasional terbilang impresif dengan memperkuat Timnas Indonesia selama satu dekade penuh, yakni periode 1975 hingga 1985. Di level klub, ketajaman Dede menjadi andalan bagi dua tim besar pada masanya, yaitu Persija Jakarta dan Indonesia Muda.
Saat usianya baru menginjak 30 tahun Dede mengambil keputusan besar untuk pensiun dini dari sepak bola profesional. Keputusan tersebut diambil karena ia memilih untuk fokus bekerja dan meniti karier sebagai karyawan di salah satu perusahaan negara.
Meski telah gantung sepatu dan memiliki pekerjaan tetap, Dede tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia yang membesarkan namanya. Ia tetap berkecimpung di sepak bola nasional dengan peran krusial sebagai pencari bakat untuk liga remaja hingga masa tuanya.
Warisan prestasi dan dedikasi Dede Sulaeman akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah panjang sepak bola Tanah Air. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid Fadhlan)